Tambah Banyak Fasilitas, Museum UGM Bakal Lebih Menarik!

24 Februari 2018 14:20 WIB Sunartono Jogja Share :

Universitas Gadjah Mada (UGM) terus berupaya mengembangkan keberadaan Museum UGM

 

Harianjogja.com, SLEMAN - Universitas Gadjah Mada (UGM) terus berupaya mengembangkan keberadaan Museum UGM yang baru diresmikan pada 2013 silam tersebut.

Pemerintah direncanakan akan mengelontor dana miliaran rupiah untuk menambah fasilitas museum agar lebih memuat banyak pengunjung.

Museum ini terletak di Blok D6 dan D7 dengan memanfaatkan salah satu rumah dinas. Bangunan Blok D7 pernah menjadi tempat tinggal mantan Presiden Amerika Serikat, Barrack Obama ketika kecil saat liburan panjang puasa pada 1967 hingga 1971.

Ketua Pengelola Museum UGM Mahirta menjelaskan pihaknya akan mengupayakan pengembangan bangunan museum. Pihaknya telah mengajukan bantuan dana di Ditjen Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kemendikbud dan telah disetujui untuk revitalisasi tahun ini.

"Kami ajukan sekitar Rp3 miliar, sudah disetujui tetapi rinciannya belum tahu," terangnya di sela-sela konferensi pers di Museum UGM, Jumat (23/2/2018).

Ia menambahkan, rencananya akan dilakukan penambahan fasilitas terutama di belakang bangunan. Mengingat bangunan utama termasuk cagar budaya sehingga tidak akan dilakukan perubahan. Selain itu revitalisasi tata pamer juga akan dilakukan agar lebih menarik minat pengunjung.

Jumlah pengunjung rata-rata sehari antara lima sampai 10 orang. Namun pada hari tertentu ada kunjungan dalam jumlah banyak terutama anak Taman Kanak-Kanak. "Kami buka sampai jam 3 sore, terbuka untuk umum," ujarnya.

Terkait koleksi saat ini jumlahnya 327 buah. Guna mewujudkan pengelolaan koleksi yang baik, pihaknya melakukan inventarisasi koleksi. Beberapa koleksi dalam proses pembersihan sebagai salah satu bentuk konservasi.

Pada Januari lalu, telah dilakukan konservasi perbaikan tiga buah logo UGM yang saat ini dipamerkan di ruang tengah bangunan D6. Selanjutnya, akan dilakukan restorasi pada lukisan cat minyak Prof. Sardjito dengaj melibatkan ahli bidang restorasi lukisan cat minyak di atas kanvas.

Beberapa koleksi yang saat ini dipamerkan antara benda milik tokoh UGM seperti Sardjito, Ki Sarmidi Mangunsarkoro, Herman Johannes, Hardjoso Prodjopangarso, Teuku Jacob, Notonagoro, Mubyarto, Koesnadi Hardjasoemantri, Djoko Prasetyo dan lain-lain.

"Kami tidak bisa menampilkan seluruh yang dimiliki UGM tetapi ada waktu tertentu yang kami pamerkan secara tematik," kata dia.