Potensi Emas Kalirejo Ada di Beberapa Blok

26 Februari 2018 14:55 WIB Uli Febriarni Kulonprogo Share :

Warga Kalirejo tidak berani melakukan aktivitas penambangan

Harianjogja.com, KULONPROGO-Kepala Desa Kalirejo Lana menjelaskan awalnya Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) yang diajukan oleh pemerintah memiliki luasan sekitar 75 hektare.

Ia menyebut, potensi tambang emas di wilayah Kalirejo berada di beberapa blok, yang terdapat di Dusun Sangon II, Dusun Plampang III, dan satu blok lagi yang terletak di irisan wilayah Dusun Plampang I, Plampang II, dan Sengir.

Selama ini diakuinya warga Kalirejo memang tidak berani melakukan aktivitas penambangan lantaran belum ada penetapan izin sebagai WPR. Diakuinya warga hanya akan menambang jika izin itu sudah terbit. “Mereka memilih menahan diri,” kata Lana, Minggu (26/2/2018).

Seperti diketahui, izin penambangan rakyat (IPR) itu diprediksi bakal terbit pada pertengahan 2017. Artinya perkiraan itu sedikit meleset lantaran izin baru keluar pada bulan ini.

http://m.harianjogja.com/?p=897943">Baca juga : Wilayah Penambanan Emas Kulonprogo Dipastikan Legal

Kepala Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUP ESDM) Edi Indrajaya sebelumnya mengatakan bahwa melalui WPR pihaknya melakukan pembinaan dan pendampingan terhadap masyarakat.

Selain itu pengawasan juga dilakukan secara ketat termasuk untuk pengolahan. Beberapa yang akan dihindari antara lain penggunaan bahan beracun dan berbahaya serta teknis penambangan yang mengedepankan keselamatan.

Dia mengatakan revisi terhadap usulan WPR itu sebenarnya sudah dikeluarkan sejak 2016. Diakuinya, sampai saat ini dokumen perizinan yang hanya ada satu, yakni Izin Usaha Produksi (IUP) yang masih berlaku. Namun IUP itu merupakan izin lama dan baru diperuntukkan untuk kegiatan eksplorasi. “Itupun IUP-nya untuk mangan, bukan emas,” kata Edi beberapa waktu lalu.