SD Muhammadiyah Pakel Jadi Ajang Belajar Mahasiswa

27 Februari 2018 00:20 WIB Nina Atmasari Jogja Share :

SD Muhammadiyah Pakel Program Plus Yogyakarta yang berada di Komplek Masjid Mataram Jl. Pakel Baru 40 Sorosutan Umbulharjo beberapa tahun terakhir semakin dilirik oleh beberapa lembaga pendidikan

Harianjogja.com, JOGJA- SD Muhammadiyah Pakel Program Plus Yogyakarta yang berada di Komplek Masjid Mataram Jl. Pakel Baru 40 Sorosutan Umbulharjo beberapa tahun terakhir semakin dilirik oleh beberapa lembaga pendidikan dari luar kota Jogja.

Sang kepala sekolah, Menik Kamriana mengungkapkan semenjak SD Muhammadiyah Pakel Program Plus Yogyakarta melaunching nama terbarunya sebagai SD MP3, ada hoki yang mengikutinya.

Salah satu manfaatnya, sekolah ini menjadi lokasi observasi dan belajar bersama 23 mahasiswa dan satu dosen Universitas Muhammadiyah Cirebon. Fokus mereka adalah tentang manajemen administrasi pendidikan.

Mereka terlihat antusias mengikuti berbagai rangkaian kegiatan mulai dari pembukaan, pemutaran video profil sekolah, agenda sharing dan saling bertukar pengalaman. Hal tersebut terlihat saat beberapa mahasiswa bertanya tentang kekhasan yang dimiliki oleh SD MP3.

Dengan gamblang Menik Kamriana menjelaskan tentang perbedaan SD MP3 dengan SD lainnya.

Diantara program unggulan yang menjadi kekhususan tertuang dalam Kurikulum Program Plus berisi tentang target kelas 1 harus sudah selesai Iqra' jilid 6 dan kelas 3 sudah wisuda juz 30 sehingga lulus minimal hafal 2 juz yaitu juz 30 dan 29. Selain itu di SD MP3 ada pelajaran Tahsinul Qur'an (Pembagusan Bacaan Al Qur'an), Tarjamatul Qur'an wa Do'a, TIK, Bahasa Arab dan Inggris dasar serta Jarimatika.

Menurut Menik, beberapa tahun terakhir sekolahnya sering menjadi ajang belajar mahasiswa dari berbagai kampus. Tahun kemarin mereka menerima kunjungan dari Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya sedangkan tahun ini dari Universitas Muhammadiyah Cirebon.

"Semoga kegiatan ini bermanfaat bagi kita semua sehingga keberadaan SD MP3 semakin dikenal masyarakat luas dan tentunya akan berdampak positif bagi kemajuan pendidikan di Indonesia" terangnya, Senin.

Arif Hidayat, dosen pembimbing lapangan dari Universitas Muhammadiyah Cirebon merasa terkesan dengan manajemen pengelolaan pendidikan di SD MP3 sehingga mampu menjadi sekolah yang bersaing dalam kancah pendidikan nasional.

Lebih dari itu seperti diungkapkan oleh dosen pembimbing lapangan tersebut bahwa SD MP3 harus senantiasa mampu melakukan inovasi pendidikan sehingga ke depan mampu menjadi sekolah yang berkualitas baik dari segi SDA maupun SDMnya.

Adapun Dahuri, Humas sekolah bahwa SD MP3 berusaha menjadi sekolah Is The Best yang diidam-idamkan oleh masyarakat sehingga mampu menjadi rujukan utama bagi orang tua yang ingin menyekolahkan putra-putrinya. Sekolah selalu mengembangkan program kegiatan siswa yang mengarah pada pembinaan karakter sehingga kelak anak-anak mampu bersaing di era globalisasi.

Diantara program kegiatan penunjang pembinaan karakter adalah kegiatan home visit atau kunjungan ke rumah siswa. Kunjungan tersebut wajib hukumnya untuk dilaksanakan bagi setiap wali kelas untuk semakin dekat dengan siswa-siswanya beserta orangtuanya.

Dengan demikian masalah yang dihadapi anak akan segera mendapatkan solusinya. Walaupun demikian, program home visit tersebut bukan hanya untuk siswa bermasalah namun untuk semua siswa SD MP3.

Ternyata program tersebut disambut antusias oleh wali siswa karena berdampak positif bagi perkembangan belajar anak. "Terbukti banyak orang tua yang terkesan dan senang dengan kegiatan tersebut karena merasa anaknya sangat diperhatikan dan di sayang oleh ibu/bapak gurunya," kata dia.

Alhasil banyak orang tua yang lebih memilih mendaftarkan anak-anaknya ke SD MP3 karena merasa nyaman sehingga tahun ajaran 2018/2019 kuota siswa baru sebanyak 105 anak telah terpenuhi diakhir tahun 2017.