KPK Dalami Aliran Rp106,3 Miliar yang Diduga ke Nusron Wahid
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Aduan terkait dengan keluhan pelayanan publik dan juga infrastruktur
Harianjogja.com, SLEMAN-Pemerintah Kabupaten Sleman setiap harinya rata-rata mendapatkan tujuh aduan dari warga. Aduan biasanya terkait dengan keluhan pelayanan publik dan juga infrastruktur.
Kepala Seksi Pengaduan, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sleman Helmi Alfianto mengatakan, setelah dibukanya layanan pengaduan dan adanya aplikasi Lapor Sleman jumlah pengaduan warga cukup banyak. “Dari seluruh kanal mulai dari aplikasi android, pesan singkat, email, dan website, per hari rata-rata ada tujuh aduan yang masuk,” kata dia, Selasa (27/2/2018).
Dari rata-rata tujuh aduan tersebut, paling banyak aduan menyoal kerusakan infrastruktur seperti kerusakan jalan, penerangan jalan, dan drainase. Hal yang paling banyak dikeluhkan kedua adalah layanan publik, terutama terkait dengan layanan kependudukan. Dari semua aduan yang masuk tersebut seluruhnya langsung mendapatkan tanggapan dari pemkab.
“Jadi sistemnya kalau di aplikasi, mereka [pengadu] langsung memilih instansi yang dituju. Misalnya tentang kerusakan jalan, maka yang dipilih adalah DPUPKP [Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman], lalu DPUPKP langsung bisa melihat dan menanggapi,” kata dia.
Selain dapat langsung ditanggapi, pihak Diskominfo juga menyampaikan setiap aduan secara manual. Setiap aduan terdapat target atau mekanisme tindak lanjutnya, yakni setiap aduan yang masuk harus ditinjaklanjuti tidak boleh lebih dari 13 hari kerja sejak aduan itu masuk.
Namun, jika tidak dapat ditindaklanjuti, maka akan ada forum yang dipimpin oleh Wakil Bupati untuk mencari solusi permasalahan.“Tapi sejauh ini presentasi aduan yang sudah ditindaklanjuti mencapai 90 persen. Kalau tidak ditindaklanjuti biasanya Wakil Bupati langsung intervensi SKPD [Satuan Kerja Perangkat Daerah] terkait,” kata Helmi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Kata oke ternyata punya sejarah sejak 1839. Istilah OK pertama kali tercatat di Boston Morning Post sebagai singkatan jenaka.
AI mengubah pendidikan tinggi Tiongkok. Ribuan jurusan ditutup atau ditunda, sementara kampus membuka program chip, robotika, dan AI.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang secara resmi meluncurkan perluasan gerakan “Blonjo Warung Tonggo”.
Kapan waktu terbaik membeli tiket pesawat? Simak jarak ideal pemesanan domestik dan internasional serta hari yang bisa dicoba.
Lomba Baris-Berbaris DIY 2026 di Mandala Krida menguji ketahanan pelajar. Simak peserta yang sempat drop hingga daftar juara LBB.