Aspal di Kampung Pecinan Ketandan akan Diganti Batu

04 Maret 2018 06:20 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Penataan kawasan di Kampung Ketandan, Ngupasan, Gondomanan tahun ini masih memanfaatkan danais

Harianjogja.com, JOGJA- Kepala Dinas Kebudayaan Kota Jogja, Eko Suryo Maharso mengatakan penataan kawasan di Kampung Ketandan, Ngupasan, Gondomanan tahun ini masih memanfaatkan danais Rp600 juta untuk mengubah fasad dan pengecatan di beberapa bangunan rumah warga.

Tahun lalu pihaknya sudah menata kawasan Ketandan dari sisi pintu masuk gang yang kini nuansa pecinannya semakin terlihat terutama pada bagian gapura, bahkan sudah menjadi obyek foto sekarang.

Pihaknya sudah mengajukan kembali untuk mengubah bagian fisiknya pada 2019 mendatang dengan anggaran Rp5,5 miliar dari danais. Anggaran tersebut akan digunakan untuk mengubah aspal disepanjang jalan di kawasan Ketandan. “Aspalnya nanti akan diganti dengan batu,” kata Eko, Sabtu (3/3/2018).

Di Ketandan, terdapat sebuah rumah milik Tan Djin Sing, salah satu tokoh Tionghoa di Ketandan. Rumah Tan Djin Sing yang kini dikenal sebagai rumah budaya sudah dibeli oleh Pemda DIY pada 2017 lalu.

Tjundoko, salah satu tokoh Tionghoa di Kampung Ketandan mengatakan, bangunan rumah Tan Djin Sing sudah ada sejak sekitar 238 tahun lalu. Bangunan perpaduan Tionghoa, Jawa, dan Eropa itu kini masih utuh. Hanya ada tambahan di bagian pintu depan.

“Lainnya masih asli,” kata Tjundoko. Termasuk kandang kuda yang kini di tempati warga masih asli.

Diketahui Kampung Ketandan mulai berkembang sejak hijrahnya Tan Djin Sing dari Kedu ke Jogja pada 1803 silam. Tan Djin Sink merupakan tokoh Tionghoa yang menjadi kerabat Kraton dan mendapat gelar Kanjeng Raden Tumenggung Setjadiningrat pada HB III. Ia juga diangkat sebagai Bupati Nayoko pada 18 September 1813.