Sanata Dharma Gelar Konser Amal untuk Bantu Biaya Kuliah Mahasiswa Miskin

05 Maret 2018 16:40 WIB I Ketut Sawitra Mustika Jogja Share :

Konser amal diperuntukkan bagi mahasiswa kurang mampu.

Harianjogja.com, JOGJA--Universitas Sanata Dharma,  bekerja sama dengan Elisabeth University of Music (EUM) Japan dan Institut Seni Indonesia (ISI) Jogja, menggelar Konser Amal Internasional 2018, Minggu (4/3/2018). Konser ini adalah salah satu program yang bertujuan untuk meningkatkan kepedulian, menyediakan dukungan dan mengembangkan kolaborasi antara berbagai pihak untuk memajukan sumber daya manusia di Indonesia.

Konser Amal Internasional 2018 dilaksanakan di Auditorium Driyarkara, Universitas Sanata Dharma (USD). Pertunjukan dibuka melalui penampilan paduan suara mahasiswa (PSM) Cantus Firmus (USD) dengan membawakan Viva la Vida, Strong dan Shut Up and Dance.

Sempat diselingi sambutan para petinggi ketiga universitas, PSM Cantus Firmus kembali menghibur penonton dengan membawakan nomor Yamko Rambe Yamko dan Mengejar Matahari-nya Ari Lasso. Selepas itu, Nami Ouchi dari EUM menghibur hadirin dengan permainan pianonya. Pertunjukkan itu ditutup oleh penampilan Studsy Banda (ISI) dengan membawakan lagu Barry Manilow on Tour.

Rektor USD Johanes Eka Priyatma mengatakan di universitas yang ia pimpin, setiap tahunnya ada sekitar 9.000 orang yang mendaftar jadi mahasiswa. Namun, yang bisa diterima setiap tahunnya sekitar 2.700 mahasiswa. Dari jumlah total mahasiswa, 20% diantaranya membutuhkan bantuan keuangan karena status ekonomi orang tuanya yang kurang mampu.

"Mahasiswa-mahasiswa itu mendaftarkan diri pada berbagai pogram beasiswa dan pembebasan biaya kuliah. Sementara ada ratusan pendaftar yang mendaftar untuk beasiswa penuh dari Universitas Sanata Dharma setiap tahunnya. Pemerintah hanya memberikan batuan kepada seitar 50 pendaftar dengan memberikan pembebasan biaya kuliah sebesar 30 persen dan 70 persennya disediakan Universitas Sanata Dharma," jelasnya.

Belajar dari kenyataan yang ada, sambungnya, USD kemudian mendirikan Lembaga Kesejahteraan Mahasiswa (LKM) yang sudah mampu menyediakan beasiswa kepada 800 mahasiswa. Namun, tetap saja, masih ada ratusan mahasiswa yang belum mampu mendapatkan beasiswa.

Ia menyebut, Konser Amal Internasional 2018 adalah salah satu program yang diperuntukkan bagi mahasiswa yang membutuhkan. "Kami berterima kasih kepada pihak-pihak yang membantu dan berkontribusi pada LKM, khususnya yang mendukung konser ini. Kami berharap di masa depan, semakin banyak orang dan kelompok mendukung kami dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan untuk kesejahteraan bangsa."