Tunggakan PBB Gunungkidul Capai Rp26 Miliar, DPRD Soroti Penagihan
Tunggakan PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp26 miliar. DPRD meminta Pemkab mengoptimalkan penagihan untuk memperkuat PAD.
Persyaratan yang ada mutlak harus dipenuhi
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3AKBPMD) Gunungkidul Sujoko berharap desa yang belum mencairkan dana desa segera mengurusnya.
Pemerintah desa diharapkan segera memenuhi persyaratan yang dibutuhkan sehingga tidak tertinggal dengan desa yang lain. “Persyaratan yang ada mutlak harus dipenuhi. Jadi jika belum bisa memenuhi, maka percairan ditunda,” katanya, Jumat (9/3/2018).
http://m.harianjogja.com/?p=901743">Baca juga : Lima Desa Belum Penuhi Syarat Pencairan Dana Desa 2018
Sementara itu, bagi desa yang sudah mencairkan, Sujoko meminta agar penggunaan anggaran bisa disesuaikan dengan aturan dan program kegiatan yang telah disusun dalam APBDes. “Ini penting untuk menghindarkan dari masalah hukum. Oleh karenanya, kami juga siap memberikan pendampingan agar pelaksanaan pemerintahan di desa dapat berjalan dengan lancar dan terhindar suatu permasalahan,” imbuhnya.
Kepala Desa Playen, Kecamatan Playen Surahno menyambut baik turunnya dana desa yang lebih awal jika dibandingkan dengna proses pencairan di tahun-tahun sebelumnya. Ia pun berharap dengan makin cepatnya pencairan maka dapat memperlancar pelaksanaan program kegiatan yang telah direncanakan.
“Harapannya bisa tepat waktu terus sehingga desa memiliki waktu yang cukup untuk mengimplementasikannya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tunggakan PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp26 miliar. DPRD meminta Pemkab mengoptimalkan penagihan untuk memperkuat PAD.
Atlet Sleman pernah tak tercover BPJS saat Porda 2025. Kini iuran dipangkas dari Rp18.000 menjadi Rp8.500 untuk memperluas perlindungan.
RSUD Wonosari menggelar Forum Komunikasi Publik bertajuk Nyawiji Roso Nhupadi Waras Bareng, Selasa (18/8/2026), dengan tujuan untuk perbaikan kualitas pelayanan
Brigade Komando Sakera mengerahkan lebih dari 2.500 personel dalam HUT ke-81 RI di JEC sekaligus memperkuat konsolidasi warga Madura.
Gempa Nias Selatan M6,1 dipicu aktivitas subduksi. BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami dan belum ada gempa susulan.
Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi penanda penting bagi transformasi ekonomi Kalimantan Utara (Kaltara)