Pantai Selatan Rawan Jadi Jalur Penyelundupan Narkoba

12 Maret 2018 18:40 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Pantai selatan terhubung langsung dengan laut lepas.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Sekretaris Dinas Sosial Gunungkidul Wijang Eka Aswarna menyatakan kawasan pesisir selatan sangat rawan menjadi jalur penyelundupan narkoba. Hal ini disampaikan saat menjadi pemateri dalam sosialisasi pencegahan peredaran narkoba yang diselenggarakan Dinas Sosial DIY di Hotel Cykaraya, Kota Wonosari, Senin (12/3/2018).

Menurut dia, potensi kerawanan sebagai jalur penyelundupan belum ada penelitian secara ilimiah. Namun dugaan ini mengacu pada beberapa aspek seperti wilayah pesisir selatan yang merupakan daerah perbatasan yang langsung terhubung dengan laut lepas. Selain itu, perkembangan pariwisata juga menjadi faktor penting, apalagi di wilayah pesisir juga memiliki koneksi yang cepat dengan perairan dengan Bali sebagai surga wisatawan dunia sehingga potensi tersebut menjadi semakin besar.

“Jarak Bali dengan Gunungkidul jika ditempuh dengan jalur laut hanya membutuhkan waktu tujuh jam. Jadi ini bisa menjadi potensi dan kalau tidak diperhatikan dengan baik bisa memberikan pengaruh yang buruk,” kata Wijang kepada wartawan, Senin kemarin.

Dia mengungkapkan, potensi penyelundupan melalui jalur selatan memang belum ada tanda-tanda yang kuat. Namun, lanjut Wijang, jika mengacu pada kondisi di jalur Pantura maka hal tersebut patut diwaspadai sehingga potensi itu dapat dicegah.

“Beberapa kasus pengungkapan penggunaan narkoba di wilayah pantai seperti Gesing dan Ngrenehan bisa menjadi awal sehingga potensi penyelundupan narkoba di Laut Selatan harus benar-benar diwaspadai. Terlebih lagi, hubungan antar nelayan juga sangat cepat karena banyak nelayan yang berasal dari luar daerah masuk ke wilayah Gunungkidu,” kata mantan Kepala Bidang Pengembangan Produk Wisata ini.

Wijang menekankan, potensi jalur selatan sebagai jalan penyelundupan narkoba bukan untuk menakut-nakuti. Namun sebagai upaya untuk meningkatkan kewaspadaan sehingga dapat melakukan pencegahan sejak dini. “Saya ingatkan kasus penyelundupan imigran asing juga pernah dilakukan melalui pantai selatan, jadi potensi penyelundupan narkoba juga sangat mungkin terjadi,” katanya.

Menurut dia, upaya pencegahan bukan semata-mata menjadi tugas pihak yang berwajib. Sebab, upaya tersebut juga bisa dilakukan oleh masyarakat sehingga pemberantasan bisa lebih efektif. “Yang tahu daerah masing-masing adalah masyarakat itu sendiri. Jadi, setiap ada hal-hal mencurigakan bisa diketahui dengan cepat. Salah cara pencegahan yang efektif dapat dilakukan dengan memperkuat modal sosial di masyarkat seperti budaya siskamling, sopo aruh hingga peduli pada lingkungan sekitar. Jadi modal sosial ini bisa menjadi benteng awal dalam upaya pencegahan peredaran,” tutur Wijang.

Sementara itu, Kepala Sub Bidang Ketahanan Nasional, Kesbangpol Gunungkidul Irma Madyastuti Rahayu mengatakan, perkembangan pariwisata yang begitu pesat tidak hanya menimbulkan dampak positif. Namun perkembangannya juga memberikan pengaruh negative, salah satunya potensi perederan narkoba semakin tinggi.