Pemkab Gunungkidul Siapkan Rp400 Juta untuk Keruk 8 Sungai
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp400 juta untuk pengerukan delapan alur sungai guna mengurangi risiko banjir saat musim hujan.
Selama ini, hasil laut Gunungkidul banyak dikirim ke Surabaya untuk kemudian dipasarkan ke luar
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul Khairudin mengatakan, potensi Sadeng masih bisa dikembangkan.
Berbagai upaya pun terus dilakukan, setelah tahun lalu dilakukan pengerukan di area dermaga, di tahun ini Pemerintah Pusat akan membantu membuat Tempat Pelelangan Ikan (TPI) higienis. “Ini langsung akan ditangani kementerian, tapi yang jelas TPI higienis akan segera dibangun di Sadeng,” katanya, Kamis (15/3/2018).
http://m.harianjogja.com/?p=903155&preview=true">Baca juga : Pemkab Gunungkidul Yakin Sadeng Akan Jadi Sentra Ikan DIY
Menurut dia, dengan berbagai upaya itu diharapkan dapat meningkatkan komoditas hasil laut di wilayah Gunungkidul. Selain itu, dengan penyempurnaan fasilitas yang ada maka dapat menjaga kualitas ikan hasil tangkapan dari nelayan.
“Selama ini, hasil laut Gunungkidul banyak dikirim ke Surabaya untuk kemudian dipasarkan ke luar. Mudah-mudahan dengan peningkatan fasilitas di Sadeng maka pemasaran bisa dilakukan secara langsung tanpa harus melalui perantara,” kata Khairudin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp400 juta untuk pengerukan delapan alur sungai guna mengurangi risiko banjir saat musim hujan.
NTSB menyelidiki kecelakaan Learjet 60 di Florida yang menewaskan sembilan orang. Seluruh identitas korban telah diketahui.
Ferry Hongkiriwang mengungkap aliran uang Rp50 miliar dari Tan Kian dalam sidang Febrie Adriansyah. Febrie dan Nurman membantah tuduhan tersebut.
Kejagung membantah kabar penangkapan jenderal Polri. Sementara itu, Polri masih mengecek isu pemeriksaan dua petinggi terkait kerusuhan Jogja.
Aliansi Jogja Memanggil menagih janji Wali Kota Hasto Wardoyo menanggung biaya pengobatan korban kekerasan 28 Oktober 2026.
Sebanyak 22.866 peserta BPJS PBI APBN di Sleman dinonaktifkan. Pemkab memprioritaskan pasien kronis dan warga miskin untuk reaktivasi.