Wisata Gunungkidul Meledak PAD Tembus Rp26 Miliar
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026 didorong lonjakan kunjungan ke Pantai Drini dan Pantai Sepanjang.
Selama ini, hasil laut Gunungkidul banyak dikirim ke Surabaya untuk kemudian dipasarkan ke luar
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul Khairudin mengatakan, potensi Sadeng masih bisa dikembangkan.
Berbagai upaya pun terus dilakukan, setelah tahun lalu dilakukan pengerukan di area dermaga, di tahun ini Pemerintah Pusat akan membantu membuat Tempat Pelelangan Ikan (TPI) higienis. “Ini langsung akan ditangani kementerian, tapi yang jelas TPI higienis akan segera dibangun di Sadeng,” katanya, Kamis (15/3/2018).
http://m.harianjogja.com/?p=903155&preview=true">Baca juga : Pemkab Gunungkidul Yakin Sadeng Akan Jadi Sentra Ikan DIY
Menurut dia, dengan berbagai upaya itu diharapkan dapat meningkatkan komoditas hasil laut di wilayah Gunungkidul. Selain itu, dengan penyempurnaan fasilitas yang ada maka dapat menjaga kualitas ikan hasil tangkapan dari nelayan.
“Selama ini, hasil laut Gunungkidul banyak dikirim ke Surabaya untuk kemudian dipasarkan ke luar. Mudah-mudahan dengan peningkatan fasilitas di Sadeng maka pemasaran bisa dilakukan secara langsung tanpa harus melalui perantara,” kata Khairudin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026 didorong lonjakan kunjungan ke Pantai Drini dan Pantai Sepanjang.
Ledakan gudang bahan peledak pertambangan di Myanmar menewaskan lebih dari 45 orang dan melukai sekitar 70 korban lainnya.
Sebanyak 11 daerah di Riau menetapkan status siaga darurat karhutla. Kuansing menjadi satu-satunya kabupaten yang belum menetapkan status tersebut.
Kunjungan wisata Prambanan dan Ratu Boko tembus 54 ribu wisatawan selama libur panjang Iduladha, Waisak, dan Hari Lahir Pancasila.
Kadin menilai Danantara DSI berpotensi menekan transfer pricing dan underinvoicing sekaligus memperkuat devisa serta tata kelola ekspor nasional.
Festival Layang-layang Sragen di Gemolong menarik 60 pelayang dari Jawa dan Bali serta menyedot hingga 1.000 pengunjung.