TPST di DIY Terbatas, Pengelolaan Sampah dari Sumbernya Terus Digalakkan

26 Maret 2018 16:20 WIB Rheisnayu Cyntara Bantul Share :

Pengelolaan dan penanganan masalah sampah mulai dari sumbernya terus digalakkan oleh Pemprov DIY

Harianjogja.com, BANTUL—Pengelolaan dan penanganan masalah sampah mulai dari sumbernya terus digalakkan oleh Pemprov DIY. Hal itu disampaikan oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi Pembangunan DIY, Mujiharjo pada peringatan hari peduli sampah DIY 2018 yang dipusatkan di Pasar Piyungan, Minggu (25/3/2018).

Pasar yang digunakan sekitar 1200 pedagang ini diharapkan menjadi salah satu contoh tempat yang mampu mengelola sampahnya dengan baik.

Mujiharjo mengatakan jumlah produksi sampah rumah tangga berbanding lurus dengan pertumbuhan jumlah penduduk dan dinamika pembangunan wilayah. Maka jika tidak segera diselesaikan, permasalahan ini akan makin rumit dan menjadi ancaman terhadap kelestarian lingkungan.

Oleh sebab itu, Mujiharjo mengklaim penanganan sampah langsung dari sumbernya tengah digalakkan. Mengingat kapasitas tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) di DIY yang terbatas. Jika dapat ditangani mulai dari rumah, ia berharap sampah yang masuk ke TPST hanya berupa residu saja.

“Apalagi jumlah produksi sampah di tiap rumah tangga sudah mencapai 0,4 Kg per hari,” ucapnya.

Selain itu, Mujiharjo menyebut pemahaman akan sampah sebagai sumberdaya harus digencarkan hingga ranah rumah tangga. Apalagi selama ini menurutnya teknologi terapan serbaguna untuk mengolah sampah banyak dicetuskan dari DIY yang kemudian menginspirasi wilayah lainnya.

Teknologi terapan pengolahan sampah itu akan segera dikembangkan sampai ke tingkat desa, dusun, RT, bahkan hingga tingkat rumah tangga. Hal itu akan segera disosialisasikan agar penanganan permasalahan sampah ini bisa dilakukan secara menyeluruh, dari hulu hingga hilir.

Pasalnya, ia mencatat dari seluruh sampah yang diproduksi setiap hari, 40% diantaranya masih belum mampu diolah secara mandiri.