Balita Kejang di Malam Hari, Pasien JKN Dapat Penanganan Cepat
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
Bupati Bantul Suharsono, saat meninjau Pasar Kuliner di Lapangan Demi, Wukirsari, Imogiri, Kamis (5/4/2018)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL-Pemerintah Kabupaten Bantul merelokasi sebanyak 40 pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang Jalan Imogiri Timur KM 11-17. Mereka ditempatkan menjadi satu di Lapangan Demi, Wukirsari, Imogiri. Mulai Kamis (5/4/2018) kemarin, Lapangan Demi resmi menjadi pusat kuliner Imogiri.
Mereka dipindahkan dalam satu kawasan tersebut karena selama ini PKL di Jalan Imogiri kurang tertata dan mengganggu lalu lintas kendaraan. Sebab, jalur tersebut merupakan jalur utama kawasan wisata Mangunan.
Kepala Dinas Perdagangan Bantul Subiyanta Hadi mengatakan, jumlah PKL di Imogiri ada sekitar 150 pedagang dengan berbagai jenis dagangan, mulai dari angkringan, asongan, penjual kaset, hingga kuliner. "PKL yang bisa ditampung di Lapangan Demi baru 40 PKL yang berasal dari pedagang kuliner," kata dia, di sela-sela peresmian pasar kuliner Imogiri.
Subiyanta mengatakan, para PKL yang tertampung di lapangan Demi mendapatkan fasilitas tenda, listrik, air. Selain itu pihaknya juga menyediakan 10 tenda sebagai tempat makan bagi pengunjung pasar kuliner. Terkait retribusi, Subiyanta menyatakan untuk sementara semuanya gratis.
Namun, dalam pengelolaannya ke depan, Pemerintah Kabupaten Bantul akan menyerahkan ke Pemerintah Desa Wukirsari dan Desa Imogiri. Ia berharap PKL yang sudah menempati lapangan Demi tidak kembali lagi ke lokasi semula. Pihaknya juga akan berupaya mempromosikan pasar kuliner tersebut.
Papan promosi di sepanjang Jalan Imogiri sudah dilakukan. "Nanti di terminal juga akan kami pasang papan promosi Pusat Kuliner Imogiri," ujar Subiyanta.
Suroso, salah satu PKL di Jalan Imogiri KM 11 mengaku tidak masalah dipindah ke Lapangan Demi. Pemilik lesehan lele bakar itu belum bisa menghitung soal pendapatan karena baru sehari menempati lahan baru di lapangan Demi. Sebelum pindah, dirinya dalam sehari bisa mendapatkan Rp500.000 sampai Rp1 juta dari berjualan mulai pukul 17.00-22.00 WIB.
Sementara Kamsiyah, pemilik angkringan di lapangan Demi mengatakan, dirinya sudah sejak dua tahun lalu berjualan di pinggir lapangan Demi. Selama ini ia membayar ke desa sebesar Rp150.000 untuk sewa tempat dan Rp30.000 untuk biaya air dan listrik.
Ia mengaku senang dengan bertambahnya PKL di lapangan Demi karena bisa meramaikan kawasan tersebut. Menurut Kamsiyah, lapangan Demi setiap harinya ramai dikunjungi wisatawan terutama saat sore dan malam hari. "Biasanya wisatawan dari Mangunan pada mampir makan di sini," ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
Trump hubungi Venezuela usai gempa M7,5. Korban 920 tewas, bantuan internasional terus berdatangan.
Dembele cetak hattrick cepat saat Prancis kalahkan Norwegia 4-1 dan lolos ke 32 besar Piala Dunia 2026.
Jelang DCF 2026, pengelola homestay Dieng diminta tak menaikkan harga berlebihan demi menjaga citra wisata.
Kasus dugaan korupsi mesin susu DIY disorot. Proyek Rp4,62 miliar belum bisa dimanfaatkan, Kejati sita 35 dokumen.
Zico sebut Jepang kini lebih kuat jelang lawan Brasil di Piala Dunia 2026. Samurai Biru tak lagi bisa diremehkan.