Daratan Baru Muncul di Sekitar Anak Krakatau, Benarkah Cucu Krakatau? Ini Kata Pakar
Pakar geologi Daryono menjelaskan daratan baru di sekitar Anak Krakatau bukan gunung api baru, melainkan akumulasi material vulkanik.
Kepala Disdikpora DIY Kadarmanta Baskara Aji./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA--Penerapan kurikulum 2013 (K-13) di DIY masih lemah pada standar proses. Evalusi itu merupakan hasil kajian antara Disdikpora DIY bersama Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP). Disdikpora DIY akan menggenjot guru untuk diberikan pelatihan untuk menguatkan K-13 pada standar proses. Kepala Disdikpora DIY Kadarmanta Baskara Aji menjelaskan pihaknya sudah mengkaji bersama LPMP terkait implementasi K-13.
Hasil evaluasi memang diperlukan penyegaran kepada guru untuk dapat melaksanakan K-13 secara konsisten. Dari hasil kajian itu, item yang paling utama harus disegarkan yaitu di standar proses karena masih lemah, baik di jenjang SD, SMP maupun SMA/SMK.
Kurikulum 2013 memiliki empat standar yaitu standar isi, penilaian, kelulusan dan standar proses. "Di standar proses ini yang kami inginkan di sekolah bisa dilakukan konsistensi sehingga pembelajaran menjadi menyenangkan dan bisa mendorong anak memiliki karakter yang baik," katanya, Jumat (13/4/2018).
Ia mengatakan sudah mengundang sekolah terkait evaluasi tersebut. Pihaknya meminta kepada fasilitator penerapan K-13 agar sekolah mampu membangun standar proses dengan baik. Fasilitator merupakan instruktur nasional.
DIY memiliki guru berkualifikasi instruktur nasional sebanyak tujuh orang, instruktur provinsi ada 21 orang dan instruktur kabupaten ada sekitar 20 orang. Keberadaan instruktur ini sangat penting dalam rangka menerapkan K-13. "Karena masih ada guru yang perlu dikembangkan kreativitas mengajarnya," ujar dia.
Baskara Aji menegaskan standar proses akan terus dibenahi, terutama menanamkan proses pembelajaran yang tidak serta merta guru mengajar kemudian murid mendengarkan. Tetapi bisa dimodifikasi sedemikian rupa agar menyenangkan bagi siswa, mulai dari rotasi tempat duduk, hingga proses pembelajaran yang tidak harus dilakukan di dalam kelas, seperti di museum, perpustakaan atau halaman sekolah.
"Proses pembelajaran suatu saat tidak harus pegang alat tulis, bisa diskusi. Contohnya banyak pembelajaran yang menarik," kata dia.
Baskara Aji mengakui membenahi standar proses tidak mudah karena harus mengubah kebiasaan mengajar para guru. Salah satunya kebiasaan tidak diperbolehkannya siswa secara tiba-tiba menyela saat guru sedang menjelaskan. "Mengubah cara berpikir ini yang susah," katanya.
Pelatihan pada tahap pertama telah dilakukan beberapa pekan lalu dalam rangka penyegaran standar proses. Pelatihan lanjutan akan dilakukan pada tahap berikutnya dengan melibatkan guru dari SD hingga SMA/SMK.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pakar geologi Daryono menjelaskan daratan baru di sekitar Anak Krakatau bukan gunung api baru, melainkan akumulasi material vulkanik.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, Eko Suwanto, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Sertifikat tanah elektronik menghubungkan data pemegang hak dengan NIK dan bidang tanah dengan nomor identifikasi elektronik.
BSU Rp600.000 Oktober 2026 belum diumumkan pemerintah. Simak syarat BSU tahun lalu dan cara cek status melalui situs resmi Kemnaker.
Rumah duka Guruh Soekarnoputra di Jakarta dipadati pelayat dan karangan bunga setelah maestro seni itu wafat pada usia 73 tahun.
Sebanyak 193 karya dari 131 seniman difabel dipamerkan dalam Suluh Sumurup Art Festival 2026 di Galeri Taman Budaya Yogyakarta (TBY).