Ini Kronologi Penyerangan Gereja St. Lidwina Gamping berdasar Rekonstruksi, Pelaku sempat Diusir dari Musala

Suliyono berjalan menuju Gereja St. Lidwina saat melakukan rekayasa ulang kejadian, Kamis (19/4/2018). - Harian Jogja/ Irwan A. Syambudi
19 April 2018 16:17 WIB Irwan A Syambudi Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Rekonstruksi atau reka ulang penyerangan di Gereja St. Lidwina Bedong, Trihanggo, Gamping dilakukan lebih dari 50 adegan. Sebanyak 23 adegan di antaranya dilakukan di area gereja.

Koordinator Tim Kuasa Hukum Gereja St. Lidwina, Suki Ratnasari menjelaskan adegan yang dilakukan di area gereja adalah dari mulai adegan ke-27 hingga 50.

"Khusus di lingkungan gereja ada 23 adegan. Seluruhnya lebih dari 50 adegan karena ada beberapa lokasi di luar gereja seperti musala, dan gubug," kata dia kepada wartawan, Kamis (19/4/2018).

Lanjutnya lagi dalam rekonstruksi tersebut selain menghadirkan pelaku Suliyono juga menghadirkan dua saksi dan lima korban. Mereka melakukan reka adegan sesuai dengan berita acara perkara (BAP) dan juga keterangan saksi.

"Semuanya sudah sesuai, hanya saja tadi ada adegan yang kurang detail, sehingga kami minta agar disesuaikan dengan BAP. Contohnya kerusakan di altar, tadi kan adegan yang melempar kitab kemudian dibelah itu sempat tidak masuk rekonstruksi, terus kami mengusulkan," jelasnya.

Selain itu, adegan Romo Prier yang dibacok tiga kali hanya dilakukan dua kali. Romo Prier sendiri tidak dapat hadir dalam rekonstruksi tersebut dan diwakilkan, tapi secara keseluruhan pihaknya tidak mempermasalahkan jalannya rekonstruksi. Dan agenda pun sudah dilakukan dengan urut.

Urutan adegan sendiri berawal dari Suliyono di terminal menumpang bus menuju musala di barat gereja, kemudian berjalan ke sebuah gubug di tengah sawah yang sempat digunakan untuk tidur.

"Dia [Suliyono] berjalan menuju musala, dia sempat diusir juga [oleh warga saat di musala]. Terus sebelum melakukan penyerangan dia sempat tiduran di gubug. Dia mengintai juga dari belakang gereja, tadi sempat ada dua adegan di sana," kata dia.

Suki menambahkan Suliyono saat melakukan reka adegan tersebut nampak masih jelas mengingat setiap detail kejadian. Di saat selesai melakukan reka adegan Suliyono juga sempat memberikan gestur permintaan maaf kepada para korban.