Kisah Udi, Petugas yang Berjalan 12 Km Demi Jalur Kereta Aman Dilalui
Udi Analisa berjalan sekitar 12 km setiap hari memeriksa rel dari Patukan ke Lempuyangan demi memastikan perjalanan kereta tetap aman.
Tumpukan sampah di TPAS Piyungan, Kamis (19/4/2018). Saat ini volume sampah yang dibuang ke TPAS tersebut sudah hampir 600 ton per hari. Meningkat dari tahun lalu yang berkisar 450-500 ton per hari./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL- Balai Pengelolaan Infrastruktur Sanitasi, dan Air Minum Perkotaan (Pisam) DIY, instansi yang menangani tempat pembuangan sampah terpadu (TPST) Piyungan memohon maaf kepada warga sekitar TPST yang merasa terganggu akibat yang ditimbulkan dari tumpukan sampah.
"Namanya sampah pasti menimbulkan bau, kami minta maaf jika warga terganggu," kata Kepala Balai Pisam, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, Energi Sumber Daya Mineral DIY, Agung Satrio, melalui sambungan telepon, Jumat (20/4/2018).
Kondisi TPST Piyungan banyak dikeluhkan warga sekitar karena aroma tidak sedap yang ditimbulkan dari sampah, serta debu dari truk-truk pengangkut sampah yang saban hari melintas sekitar pemukiman warga.
Agung tidak menampik kondisi TPST Piyungan saat ini sudah tidak kondusif. Luas lahan TPTS Piyungan hanya 12,5 hektare dengan kapasitas 2,4 juta meter kubik sampah. Kapasitas tersebut sudah terpenuhi sejak dua tahun lalu. Namun sampah yang menumpuk diupayakan sedikit-sedikit ditimbun dengan tanah, sehingga area TPST masih memungkinkan untuk menampung sampah.
Sampah yang dibuang ke lokasi tersebut saat ini sudah mencapai sekitar 600 ton per hari. Meningkat dari tahun lalu yang hanya 450-00 ton per hari. Sementara sampah yang dibuang semua campur aduk mulai dari sampah organik hingga sampah anorganik. Sehingga TPST Piyungan juga berfungsi menjadi tempat pemilahan dan pengolahan sampah.
"Idealnya memang TPST Piyungan itu menjadi tempat pemusnahan sampah. Tapi baru mampu menjadi pengolahan," kata Agung.
Pihaknya tengah mencari investor yang siap untuk memusnahkan sampah. Ia mengaku sudah ada beberapa investor yang bertanya-tanya soal penawaran tersebut. Namun investor masih mempertimbangkannya.
"Salah satunya perusahaan yang akan menjadikan sampah menjadi bahan bakar. Tapi masih belum ada kelanjutan lagi," ujar Agung.
Kepala Pengelola TPST Piyungan, Sarjani mengaku kondisi TPST Piyungan sudah tidak kondusif. Karena tidak ada jam kerja yang pasti. Selama ini truk-truk sampah terus berdatangan selama 24 jam. Sementara sistem pembongkaran sampah di lokasi juga masih manual sehingga antrian truk yang masuk nyaris terjadi setiap hari.
"Terkadang warga mengeluh karena antrian truk sampai depan pemukiman," ucap Sarjani. Sementara jalan masuk TPST Piyungan merupakan jalan milik warga.
Sebelumnya, Anggota DPRD Bantul, Setya meminta metode pengolahan sampah di TPST Piyungan harus diubah sehingga tidak menimbulkan bau. Pihaknya yakin DIY memiliki banyak ahli dalam pengolahan sampah, selama Pemda DIY ada kemauan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Udi Analisa berjalan sekitar 12 km setiap hari memeriksa rel dari Patukan ke Lempuyangan demi memastikan perjalanan kereta tetap aman.
Jadwal SIM Keliling Gunungkidul Sabtu 10 Oktober 2026 di Siraman. Simak jadwal layanan, lokasi, syarat perpanjangan, dan aturan SIM kedaluwarsa.
Stimulus transportasi Nataru 2026/2027 sedang dibahas. Menhub Dudy berharap kebijakan diumumkan Oktober, termasuk dukungan untuk kereta api.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo 10 Oktober 2026 tersedia di depan Kantor Pemda pukul 18.30–21.00 WIB. Cek lokasi dan syarat perpanjangan SIM.
Cristiano Ronaldo terancam larangan membela timnas Portugal hingga enam bulan setelah meninggalkan pemusatan latihan tanpa izin.
Jadwal SIM Sleman Oktober 2026 mencakup Satpas, MPP, SIM Keliling Malam, dan SIMMADE. Sabtu 10 Oktober tersedia di MPP Sleman.