SD Negeri 1 Bantul Hadirkan Layanan Pendidikan Terpadu
SD Negeri 1 Bantul terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas melalui penyelenggaraan layanan pendidikan terpadu
Ilustrasi tsunami. (JIBI/REUTERS/Kim Kyung-Hoon)
Harianjogja.com, BANTUL--Pemerintah Kabupaten Bantul kini sudah bisa mengelola gedung tempat evakuasi sementara (TES) jika terjadi bencana tsunami yang ada di wilayah Kuwaru, Poncosari, Srandakan.
Gedung tiga lantai yang selesai dibangun sejak 2016 itu resmi diserahkan ke Pemkab Bantul oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Kamis (26/4/2018).
Gedung TES yang dibangun di atas lahan sekitar 3.000 meter persegi itu merupakan tempat penampungan sementara ketika ada bencana tsunami. Gedung itu didesain dengan banyak pilar dan sedikit dinding tembok dengan harapan jika terjadi tsunami gedung tetap kokoh.
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Suharno mengatakan proses penyerahan pengelolaan gedung TES juga ditandai dengan simulasi bencana tsunami yang diikuti seribuan orang.
"Jadi ketika ada potensi tsunami masyarakat terutama dari wilayah Pandansimo sampai Cangkring bisa berlindung di gedung TES sebelum penanganan lebih lanjut," kata Suharno.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SD Negeri 1 Bantul terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan pendidikan yang berkualitas melalui penyelenggaraan layanan pendidikan terpadu
Persita Tangerang menang 2-1 atas Garudayaksa FC. Gol Aleksa Andrejić pada menit ke-90+2 memastikan kemenangan dalam laga penuh drama VAR.
Melalui semangat gotong royong, para relawan muda bersiap menempuh perjalanan 16 jam melalui jalur darat dan laut untuk menyalurkan bantuan serta memberikan duk
PSIM Jogja kalah 0-4 dari Persija Jakarta di Stadion Sultan Agung. Laskar Mataram baru mengoleksi satu poin dari empat laga Super League.
Berbekal semangat kepedulian sosial yang telah dibangun sejak usia 15 tahun, Gamma A. Thohir mengajak generasi muda mengambil peran nyata melalui penyaluran ban
Google dikabarkan mengembangkan emoji HDR untuk Google Chat agar tampil lebih cerah dan kontras. Fitur ini belum diumumkan resmi.