Advertisement

Ini Pesan Pemerintah agar Gua Pindul Tidak Konflik Terus

Herlambang Jati Kusumo
Minggu, 29 April 2018 - 11:17 WIB
Kusnul Isti Qomah
Ini Pesan Pemerintah agar Gua Pindul Tidak Konflik Terus Gua Pindul, Gunungkidul. - JIBI

Advertisement

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Dinas Pariwisata (Dinpar) Gunungkidul mengharapkan komitmen para pelaku wisata di Gua Pindul, pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Bejiharjo, serta masyarakat umum menjaga kerukanan agar terhindar konflik, yang terkadang masih muncul.

Sekretaris Dinpar, Gunungkidul, Hary Sukmono, mengatakan semua pihak harus menjaga perjanjian yang telah disepakati. “Pihak BUMDes dan Pokdarwis harus menjaga perjanjian yang telah disepakati, selain itu program yang akan dilakukan harus dikomunikasikan ke semua pihak,” ucapnya Sabtu (28/4/2018).

Advertisement

Dia mengatakan, komunikasi antar semua pihak harus dibangun dengan baik, untuk bersama-sama memajukan pariwisata di Gunungkidul. Pihak Dinpar menurutnya juga selalu mendorong untuk kemajuan itu, dan sering melakukan pembinaan atau pendekatan ke pelaku wisata.

Sebelumnya, pihak pengelola melepas plang nama sebuah bank yang terpasang di Gua Pindul, pada Jumat (27/4/2018), yang baru dipasang sehari sebelumnya. Pelepasan tersebut dilakukan karena dirasakan plang tersebut merusak estetika.

Plang yang dipasang oleh pihak BUMDes Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, tersebut terpasang di batuan Geosite Gunung Sewu bersandingan dengan tulisan Gua Pindul. Ketua Pokdarwis Dewa Bejo Subagyo menganggap plang tersebut telah merusak pemandangan Gua Pindul yang masih alami.

“Menurut saya juga tidak etis ya dipasang itu. Seolah Gua Pindul milik bank itu, padahal ini milik masyarakat dan wisata. Selain itu juga pengeboran yang dilakukan untuk memasang logo juga dapat merusak,” ucapnya.

Pihaknya menyayangkan pihak BUMDes yang tidak lebih dahulu berkoordinasi untuk pemasangan. Meski ia juga menyadari pihaknya sudah tidak bisa berbuat banyak dikarenakan pengelolaannya dikelola penuh BUMDes.

“Ya termasuk perintis pokdarwis ini meminta agar tidak memasang logo kerja sama di lokasi yang dapat merusak alam. Coba tanya saja ahli geologi, setuju tidak mereka jika geosite dibor untuk pasang logo bank itu,” ujarnya.

Dia berharap agar semua elemen dari pengelola wisata, pemegang kuasa, dan wisatawan untuk bersama-sama menjaga kelestarian alam, sehingga dapat dinikmati generasi selanjutnya.

Pengelola lainnya juga mengatakan, kurang setuju jika plang tersebut dipasang di batuan geosite, dia hanya menyarankan jika dipasang kembali, tidak pada tempat yang dapat merusak keindahan dari Gua Pindul.

“Memang setelah pemasangan itu langsung ada obrolan dari para pengelola. Ya pada tidak setuju kalau di tempat itu, kalau di lokasi lain ya monggo. Makanya seluruh pengelola sepakat untuk mencopot,” katanya.

Sementara itu, Direktur BUMDes Bejiharjo Sariyanto mengatakan, pemasangan logo tersebut merupakan bentuk kerja sama, tetapi dengan pencopotan yang dilakukan pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak bank terkait.

“Nanti kami koordinasikan lagi ke pihak bank, apakah bentuk kerja sama lain atau seperti apa. Warga mencopotnya karena mungkin merasa terganggu,” ungkapnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Jumat Agung, Paus Leo XIV Memikul Salib saat Jalan Salib di Roma

Jumat Agung, Paus Leo XIV Memikul Salib saat Jalan Salib di Roma

News
| Sabtu, 04 April 2026, 19:12 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement