Advertisement
60 Desa Dibimtek Soal Penulisan Buku Legenda Desa
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Selain sebagai upaya memberi pemahaman kepada masayarakat lokal, penulisan buku legenda juga menjadi cara menjaring wisatawan ke Gunungkidul.
Sekretaris Dinas Kebudayaan Gunungkidul, Siti Isnaini Dikoningrum mengatakan telah memberikan bimbingan teknis (bimtek) kepada 60 desa terkait dengan penulisan legenda desa. Setiap desa diharapkan mampu menulis bimtek sendiri yang berisi tentang tata cara penulisan sejarah desa. Sehingga bisa digali dari sumber lisan atau pun tulisan legenda Gunungkidul. "Dari 60 desa yang diberikan bimtek ada 24 desa yang sudah menuliskan legenda desa dengan baik," ujarnya, Senin (30/4/2018).
Advertisement
Siti menjelaskan penulisan legenda tersebut penting, karena selain menjaga cerita legenda agar generasi muda tetap tahu, juga sesuai dari rekomendasi dirjen kebudayaan.
Hal ini guna menarik wisatawan mancanegara yang cenderung ingin mengetahui legenda di suatu wilayah yang dikunjungi. "Penulisan legenda desa juga untuk mendorong peningkatan kunjungan wisata," jelasnya.
BACA JUGA
Kepala Desa Petir, Kecamatan Rongkop, Sarju, mengatakan sejauh ini pihaknya telah menulis legenda mengenai petilasan Mbah Jobeh. Petilasan tersebut, kata Sarju, berada di hutan Bulak Pakel.
"Sejarahnya keberadaan Mbah Jobeh berada di tengah alas bernama bulak pakel, di situ sebelum ada yang bermukim ada mbah jobeh dan dia membuka permukiman untuk penduduk yang kini menjadi Desa Petir," katanya.
Di petilasan tersebut sekaligus menjadi tempat nyadran warga yang saban tahun mendatangkan ribuan pengunjung. "Setahun sekali ada nyadran di situ [petilasan Mbah Jobeh] dan jumlah pengunjung wisata menjadi meningkat, pemasukan bisa msncapai belasan juta," ujarnya.
Atas hal itu lanjut Sarju dengan adanya penulisan legenda desa ini Sarju berharap potensi wisata berbalut budaya dengan sentuhan cerita legenda di desanya bisa menjadi daya tarik wisata. "Harapan kami setelah kami masyarakat bisa melestarikan budaya yang ada salah satunya lehenda ini, sekaligus adanya cerita legenda ini bisa mendatangkan wisatawan sebagai upaya meningkatkan peronomian masayarakat."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Iran Tolak Usulan Damai AS, Konflik Timur Tengah Kembali Memanas
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Duel Antar Geng Berujung Pembacokan di Pakualaman Jogja
- WFH Jumat untuk ASN Sleman Mulai Digodok, Layanan Publik Tetap Jalan
- Jumat Agung, Tablo Salib di Gereja Pugeran Jogja Dihidupkan Anak Muda
- Kunjungi Museum Andi Bayou, DPRD DIY Susun Regulasi Baru
- Angin Kencang Terjang Sleman, Pohon Tumbang Timpa Mobil dan Rumah
Advertisement
Advertisement






