Advertisement
Demi Tambah Stok, PMI Sleman Rela Gelar Donor Darah Keliling Malam Hari
Ilustrasi Donor darah - JIBI
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Ketersediaan darah di Sleman hingga saat ini masih aman. Meski begitu, pada Ramadan diprediksi bakal terjadi penurunan jumlah pendonor, Palang Merah Indonesia (PMI) Sleman berupaya mengantisipasi dengan program donor darah keliling pada malam hari setelah Salat Tarawih.
Berdasarkan data dari PMI Sleman, rata-rata ketersediaan darah di Sleman dalam satu hari bisa mencapai 100 kantong. "Untuk hari ini saja itu ada 230 kantong darah, dan itu cukup untuk tiga hari ke depan," ujar Teknisi PMI Sleman, Eko Setiawan, saat ditemui Harian Jogja, Kamis (3/5/2018).
Advertisement
Eko mengatakan dalam sehari, permintaan darah dari rumah sakit maupun pihak lain yang membutuhkan rata-rata sebanyak 40 kantong darah. Untuk batas minimal ketersediaan kantong darah dalam satu hari, menurut Eko, sebanyak 100 kantong. Menurut Eko, pada Ramadan biasanya terjadi penurunan jumlah pendonor. "Kami mengantisipasi berkurangnya stok dengan program donor darah pada malam hari selepas Salat Tarawih," katanya.
Untuk permintaan, Eko mengatakan saat Ramadan permintaan dari rumah sakit maupun tempat lain yang membutuhkan relatif sama dengan hari biasa, sehingga ketersediaan harus cukup. Untuk mencukupi stok, PMI Sleman bekerja sama dengan beberapa masjid menggelar donor darah keliling.
Menurut Eko, paling banyak terjadi penurunan jumlah pendonor yakni saat dan setelah lebaran. "Setelah lebaran kami biasanya kekurangan, karena permintaan tetap sementara stok darah kurang karena pendonor sedikit," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Indonesia Soroti Insiden Berulang di Lebanon, Minta PBB Bertindak
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement








