Advertisement
Sudah Ada 300 Pendaftar RKSA 2018, Tetapi Akan Disaring Lagi Jadi 9
Sosialisasi Ristekdikti-Kalbe Science Awards 2018 di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta hari ini Senin (7/5/2018). - Bisnis Indonesia/Eko Sutarno
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN-Kalbe Farma menggelar sosialisasi program Ristekdikti-Kalbe Science Awards 2018 (RKSA 2018) di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Senin (7/5/2018). Untuk RKSA 2018, sudah ada 300 pendaftar.
Prof dr Amin Soebandrio, Direktur Lembaga Biologi Molekuler Eijkman mengatakan skema RKSA 2018 memprioritaskan penelitian yang sudah mengarah ke hilir.
Advertisement
Bahwa salah satu persyaratannya adalah sudah dilakulan penelitian basic-nya. Sudah pasti setelah itu harus dindustrialisasi.
"Diharapkan dalam 18 bulan prototype laboratoriumnya sudah menjadi prototype industri. Kalau bisa dijadikan prototype industri, maka Kalbe Farma mendapat privilege mengembangkan lebih lanjut," katanya.
Amin menambahkan skema RKSA 2018 tersebut bertujuan ingin menjembatani supaya peneliti bisa melewati valey of death. "Sekarang yang daftar sudah 300. Kita pilih bertahap, nanti ada sembilan yang presentasi. Akan kita pilih yang memang bener-bener siap untuk prototype industri."
Prakoso, Sekretaris Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan dan Pusat Pendidikan Kemenristekdikti, menilai manajemen regulasi harus dibenahi terutama dalam anggaran riset. Dia menilai belanja litbang Indonesia masih kecil. Saat ini belanja litbang Indonesia hanya 43% dari spending money pemerintah yaitu Rp24,9 triliun.
"Anggaran litbang indonesia masih di bawah negara lain, masih 0,25 dari Gross Domestic Product kita," kata Prakoso.
Dia mengakui saat ini jumlah publikasi meningkat tapi kualitas dan sitasi masih perlu ditingkatkan.
Untuk itu pemerintah mempersiapkan beberapa regulasi untuk mengupayakan peningkatan hilirisasi penelitian.
Prakoso mengatakan saat ini tengah diinisiasi RUU Sinas P3 Iptek (Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi,. Tujuannya agar PP, Kepres, dan Perpres sampai Permenristekdikti berubah memudahkan hilirisasi.
"Inovasi dinormalkan di situ hilirisasi juga. Peran swasta dimaksimalkan di situ. Ini untuk menciptakan penelitian yang meningkatkan daya saing bangsa."
Prakoso mengatakan jika peraturan tersebut disetujui, maka Indonesia boleh mempekerjakan ASN ke Kalbe, misalnya.
Selain itu penelitian juga akan dipayungi dengan Perpres nomor 38 2018 dan Permenristek dikiti 42/2016 yang berfokus pada output penelitian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement









