Satu PNS Mantan Terpidana Korupsi di Kulonprogo Masih Aktif
Semenjak ditetapkannya Undang-undang Tipikor tahun 2009, Kulonprogo memiliki tiga kasus korupsi di lingkungan pegawai negeri sipil. Ketiga kasus tersebut terjadi di tahun 2013 dan 2014.
Penampilan Tari Angguk Menoreh Night Specta di Alun-Alun Wates, Sabtu (12/5/2018)./Harian Jogja-Beny Prasetya
Harianjogja.com, KULONPROGO-Dinas Pariwisata DIY bersama Dinas Pariwisata (Dispar) Kulonprogo menggelar Menoreh Night Specta di Alun-Alun Wates, Sabtu (12/5/2018). Ribuan warga yang datang menyajikan pertunjukan tari angguk dan pentas musik berbagai genre. Khusus untuk tari angguk, tarian khas Bumi Menoreh itu dikemas dan disajikan dalam tiga jenis yang berbeda, yakni tari angguk biasa, tarik angguk kolosal dan senam angguk.
"Unsur-unsur budaya lokal seperti tari dan adat budaya lainnya sangat menarik untuk selalu diangkat, dan jika mampu dikembangkan, maka bakal mendukung pengembangan pariwisata daerah," kata Kepala Dispar DIY, Aris Riyanta di Alun-Alun Wates, Sabtu.
Menurut Aris, tari angguk patut diangkat dan menjadi kebanggaan warga Kulonprogo karena hingga saat ini masih terjaga eksistensinya. Terlebih tari angguk saat ini telah mampu bertransformasi hingga menjadi berbagai macam genre. "Dapat menyesuaikan zaman, mulai dari tari angguk biasa hingga yang kolosal," katanya.
Aris berharap tari angguk mendapat dukungan lebih besar karena sedang diusulkan masuk dalam nominasi Anugerah Pesona Indonesia 2018. "Semoga masyarakat membantu dan harus bangga, agar tarian ini bisa terkenal di seluruh Indonesia," katanya.
Kepala Bidang Pemasaran Dispar Kulonprogo, Yudono, mengaku acara ini menjadi langkah awal untuk memeriahkan kembali kebudayaan daerah. Selain itu acara ini juga untuk menyiapkan masyarakat, khususnya agar mengenal dan selalu mengingat kembali budaya, sebagai modal beroperasinya New Yogyakarta International Airport (NYIA).
"Sehingga dalam acara ini ada pentas musik modern dan tradisional, karena semua harus dipersiapkan," katanya.
Salah seorang pengunjung, Krisna Wijayanto, 30, warga asal Jakarta yang datang bersama anaknya mengaku ingin memperkenalkan tarian angguk kepada putranya. Pria kelahiran Kecamatan Girimulyo ini ingin menunjukkan kepada anaknya tentang kekayaan seni dan budaya Kabupaten Kulonprogo. "Mumpung libur panjang, saya ingin anak saya tahu tentang budaya khas Kulonprogo," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Semenjak ditetapkannya Undang-undang Tipikor tahun 2009, Kulonprogo memiliki tiga kasus korupsi di lingkungan pegawai negeri sipil. Ketiga kasus tersebut terjadi di tahun 2013 dan 2014.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.
Perbankan DIY tetap stabil Maret 2026. Aset dan DPK tumbuh, tapi kredit justru turun 1,48%.