Wisatawan di Jogja Tak Terpengaruh dengan Aktivitas Gunung Merapi

Salsabila Annisa Azmi
Salsabila Annisa Azmi Selasa, 29 Mei 2018 09:17 WIB
Wisatawan di Jogja Tak Terpengaruh dengan Aktivitas Gunung Merapi

Ilustrasi Malioboro./Harian Jogja-Gigih M Hanafi

Harianjogja.com, JOGJA - Dinas Pariwisata DIY menyatakan kunjungan wisata di DIY bulan ini naik 10 sampai 15% dibanding periode yang sama tahun lalu. Mengenai erupsi freatik Merapi yang saat ini landai, Dinas Pariwisata DIY mengatakan tetap ada beberapa wisata yang masih harus diwaspadai seperti The Lost World dan Lava Tour.

Kepala Dinas Pariwisata DIY Aris Riyanta mengatakan angka kunjungan keseluruhan tahun lalu didapat sebanyak 397.951 wisatawan mancanegara dan 4,6 juta wisatawan domestik.

"Jumlah kunjungan saat ini naik sekitar 10 sampai 15 persen dari tahun lalu. Sedangkan pergerakan wisatanya tahun lalu cukup tinggi," kata Aris saat ditemui di kantornya, Senin (28/5/2018).

Mengenai jumlah kunjungan wisatawan mancanegara yang tidak sebesar kunjungan wisatawan domestik, Aris menjelaskan data yang ada merupakan data wisatawan yang menginap di hotel.

"Kalau yang di homestay dan di desa wisata dihitung, wisatawan mancanegara juga banyak. Kalau yang menginap di sana dihitung, jumlah wisatawan domestik dan asing tiap liburan bisa 1,5 kali lebih besar daripada hasil rekap data tadi," jelas Aris.

Aris mengatakan meskipun jumlah wisatawan meningkat, saat ini wisatawan yang berkunjung ke kawasan merapi perlu waspada. Khususnya untuk wisatawan yang berminat Lava Tour.

Aris mengatakan Merapi masih aman, namun alangkah baiknya mentaati peraturan. Salah satu caranya dengan tidak memasuki jalur Kawasan Rawan Bencana saat Lava Tour. Sementara untuk wisata The Lost World, Aris mengatakan, dipastikan steril dari pengunjung.

"Kemudian saya imbau kepada para pelaku wisata, seperti pengelola, juru parkir, penjual makanan, jangan nuthuk harga. Perhatikan citra Jogja sebagai kota wisata, jangan hanya mikir untung besar sesaat," kata Aris.

Anggota Jogoboro UPT Pengelolaan Kawasan Malioboro, Paryoto mengatakan siap menata pedagang agar menjaga citra Kota Jogja. Paryoto mengatakan bahkan saat ini para pedagang resmi sudah berseragam dan sebagian menggunakan sepatu. Semata-mata demi menimbulkan kesan baik di benak para wisatawan yang berkunjung di masa libur ini.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online