SD Muhammadiyah Sapen Pertahankan Gelar, Tarakanita Bumijo Cetak Sejarah di MLSC Jogja
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
Ilustrasi sapi/JIBI
Harianjogja.com, JOGJA- Pelarangan pemotongan sapi betina memengaruhi jumlah sapi yang dipotong di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Giwangan, Jogja. Sejak pelarangan itu, RPH hanya bisa memotong sekitar sembilan ekor sapi.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja Sugeng Darmanto mengakui jika larangan pemotongan sapi betina berdampak pada penurunan jumlah sapi yang dipotong. Penurunan jumlah sapi yang dipotong tersebut terjadi di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Giwangan Jogja.
"Rerata jumlah sapi yang dipotong tahun ini hanya sembilan hingga 10 ekor per hari. Sedangkan tahun lalu bisa mencapai 17 hingga 18 ekor per hari," katanya, Senin (28/5/2018).
Sejak aturan itu diterapkan, pihaknya hanya memotong sapi jantan. Sebelumnya, RPH Giwangan cukup banyak menerima pemotongan sapi betina karena harga sapi tersebut lebih murah dibanding sapi jantan.
Namun, jika sapi betina tersebut sudah berusia lebih dari delapan tahun atau mengalami cacat fisik meskipun belum berusia delapan tahun, masih diperbolehkan untuk dipotong.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
Penempatan manajer KopDes Merah Putih mempertimbangkan kesiapan titik, kuota, kapasitas wilayah, domisili, dan kebutuhan nasional.
Pengusaha Indonesia memiliki waktu sekitar 3 bulan menyiapkan standar Eropa sebelum IEU-CEPA ditargetkan berlaku awal 2027.
1.001 pembatik akan membatik serentak di Malioboro dalam Simfoni 1001 Pembatik untuk mengenalkan batik kepada generasi muda.
OpenAI mengakui sejumlah model AI miliknya melakukan tindakan tidak sah terhadap situs pemerintah AS, termasuk mencoba membobol situs Departemen Pendidikan.
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.