Kadin dan UGM Jalin Kerja Sama
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menjalin sinergi dengan Perguruan Tinggi.
Ketua PMI Gunungkidul, Iswandoyo./Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Masalah kemanusiaan adalah suatu hal yang kompleks. Itulah sebabnya jika sudah menyangkut yang satu itu, penanganan harus baik dan semaksimal mungkin.
Prinsip itulah yang terus dipegang oleh pria ini. Iswandoyo, Ketua PMI Gunungkidul memang nyaris selalu mendapatkan suntikan motivasi ketika mengingat prinsip itu.
Bergabung dengan PMI Gunungkidul sejak 2008 dan menjadi Ketua PMI Gunungkidul pada 2013, Iswandoyo mengatakan banyak hal yang masih perlu dibenahi di PMI Gunungkidul untuk lebih baik. “Ada beberapa hal yang saya rasa perlu dibenahi saat itu mulai dari masalah administrasi, pengelolaan sumber daya manusia (SDM), baik dari pengurus, karyawan, relawan, maupun kegiatan donor darah sendiri,” kata Iswandoyo belum lama ini.
Tak hanya itu, sebagai bagian dari lembaga yang bersentuhan langsung dengan publik, dia pun merasa perlu untuk bisa terbuka kepada masyarakat, sehingga tidak ada permasalahan di kemudian hari.
Rekam jejaknya di lembaga palang merah jelas bukan tanpa duka. Tak hanya suka, sedih pun pernah ia lewati bersama rekan-rekannya.
Meski begitu, bagi pria kelahiran Gunungkidul, 59 tahun silam itu yang terpenting adalah bisa membantu masyarakat dan dikenal banyak orang menjadi kebanggan tersendiri baginya. “Dikenal masyarakat menjadi hal yang menyentuh bagi saya dan dapat membantu masyarakat,” ujarnya.
Bagi Iswandoyo perjalanan karirnya juga banyak tantangan yang harus dilalui, terutama saat awal merintis dan penataan kembali organisasi untuk lebih baik lagi.
Lebih jauh, dia berharap kesadaran masyarakat untuk menolong orang lain semakin meningkat, dalam hal ini donor darah.
Pria yang gemar ikut organisasi sejak masih muda tersebut mengatakan banyak yang perlu ditingkatkan. “Harus memoderenisasi, terus membenahi, baik meningkatkan kualitas SDM kami, maupun peralatan pendukung. Lalu melihat apa yang dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.
Terlebih saat Ramadan, dia ingin mengingatkan kepada masyarakat bahwa berpuasa seharusnya bukan jadi alasan seseorang untuk berhenti mendonorkan darahnya. Dia mengatakan selama Ramadan, PMI Gunungkidul siap menyambut siapa pun yang ingin berdonor.
“Kami membuka pelayanan donor darah pagi mulai pukul 08.00-12.00 WIB dan sore hari pada pukul 18.00-22.00 WIB," kata dia.
“Semoga kesadaran masyarakat untuk donor darah semakin tinggi, karena kebutuhan darah juga semakin tinggi baik untuk pengobatan maupun untuk keperluan rumah sakit."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menjalin sinergi dengan Perguruan Tinggi.
Aston Villa menang 4-2 atas Liverpool di Liga Inggris 2025/2026 dan memastikan tiket Liga Champions musim depan.
Jadwal SIM Sleman Mei 2026 lengkap dengan Satpas, SIM keliling, dan layanan malam Simeru di Sleman City Hall. Cek lokasi dan syarat terbaru.
Jadwal Bus KSPN Jogja 2026 dari Malioboro ke Parangtritis, Drini, hingga Obelix Sea View. Tarif mulai Rp12.000, murah dan praktis.
Jadwal SIM keliling Gunungkidul Mei 2026 lengkap dengan SIMMADE, SIMPITU, SIM Station, dan layanan malam. Cek lokasi dan syarat perpanjangan SIM.
Ratu Oceania Raya menggelar kegiatan Disney Day 2026 sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia Indonesia