Advertisement
Mahasiswa UNY Buat Obat Luka Bakar dari Kulit Ikan Nila
Ilustrasi mahasiswa - Reuters
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA--Luka bakar merupakan masalah kesehatan masyarakat global. Hal ini disebabkan karena tingginya angka mortalitas (kematian) dan morbiditas (kecacatan) yang disebabkan olehnya. Untuk pengobatan luka bakar banyak tersedia bahan alam seperti lidah buaya atau salep berbahan dasar kimia. Sekelompok mahasiswa UNY mencoba membuat obat luka bakar yang berbeda yaitu dengan memanfaatkan kulit ikan nila (oreochromis niloticus) yang banyak terbuang.
Wahyuni Eka Maryati dan Priska Wahyuni prodi Pendidikan Matematika, Eva Cristyani Br Tarigan prodi Matematika, Annisa Husnul Latifah prodi Kimia serta Rizni Rahayu prodi Pendidikan Administrasi Perkantoran membuat obat luka bakar dari ikan nila karena konsumsi ikan nila di DIY cukup melimpah dan kulitnya hanya menjadi sampah yang dibuang.
Menurut Wahyuni Eka Maryati, kulit ikan nila memiliki kelembaban, kolagen dan ketahanan penyakit pada tingkat yang sebanding dengan kulit manusia, sehingga dapat membantu penyembuhan luka. “Pada kulit ikan nila mengandung kadar protein 47,43 persen, air 23,4 persen, lemak 1,68 persen, dan abu 3,01 persen,” kata Wahyuni, Senin (18/6/2018).
Tipe kolagen yang terdapat dalam kulit ikan nila adalah tipe kolagen dengan pola SDS-Page yang memiliki rantai dan yang tidak dapat teramati secara jelas karena masih tampak berhimpitan, sehingga termasuk dalam kolagen tipe I.
Priska Wahyuni menambahkan obat luka bakar ini merupakan satu-satunya obat luka bakar berbahan baku kulit ikan nila yang dirancang khusus berbentuk cairan yang diberi nama Cikikubar (cairan kulit ikan nila untuk luka bakar).
“Produk ini dikemas dan disajikan dengan kemasan 10 gram yang praktis dan menarik,” katanya.
Bahan baku ikan nila memiliki kandungan kolagen dan omega tiga yang tinggi dan baik untuk regenerasi sel menjadi jaringan ikat fibrin untuk menutup luka. Sehingga produk ini mampu menjawab kebutuhan para pelanggan mengenai cairan obat luka bakar alami, aman, dan berkualitas.
Rizni Rahayu mengatakan mereka membuat Cikikubar ini karena selain kulit ikan nila mengandung kolagen, juga mudah diperoleh dan berlimpah, tidak menggunakan bahan kimia berbahaya dan aman dalam pemakaian.
“Harga jual cukup terjangkau, hanya Rp10.000,” kata Rizni. Karya ini berhasil meraih dana Dikti dalam Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Kewirausahaan pada 2018.
Advertisement
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Penantian Sepekan Berakhir Jenazah Perwira TNI Tiba di Cimahi
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
Advertisement
Advertisement








