Advertisement

50% Jaringan Irigasi di Kulonprogo Rusak

Beny Prasetya
Minggu, 01 Juli 2018 - 22:15 WIB
Yudhi Kusdiyanto
50% Jaringan Irigasi di Kulonprogo Rusak Pengendara sepeda motor melintas di dekat saluran irigasi pertanian yang kering di Desa Sentolo, Kecamatan Sentolo, belum lama ini. Saluran irigasi di wilayah Sentolo menjadi salah satu saluran irigasi yang terdampak perbaikan Saluran Induk Kalibawang. Harian Jogja/Beny Prasetya

Advertisement

Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemkab Kulonprogo meminta petani turut andil dalam memperbaiki jaringan irigasi tersier tananaman pangan guna mendukung peningkatan produksi pangan di wilayah itu. Berdasar data Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulonprogo, setengah jaringan irigasi tersier dalam keadaan rusak dan mulai tidak berfungsi secara penuh.

Kepala DPP Kulonprogo, Bambang Tri Budi, mengatakan dari jaringan irigasi tersier sepanjang 121,736 kilometer, hanya 50% yang kondisinya baik. Adapun setengahnya lagi dalam keadaan berlubang, pecah, dan terjadi pendangkalan. "Besaran anggaran untuk pembangunan dan rehabilitasi jaringan sangat minim, tapi di sisi lain kondisi jaringan di lapangan membutuhkan perhatian," katanya, Minggu (1/7/2018).

Advertisement

Ia berharap petani ikut memelihara dengan membersihkan eceng gondok dan melakukan pengerukan bila terjadi pendangkalan. Pasalnya jaringan irigasi yang ada digunakan untuk mengairi sawah mereka. "Peran serta petani dalam menjaga dan merawat jaringan irigasi juga kami butuhkan. Tetapi kami juga tidak akan lepas tangan bila terjadi kerusakan," katanya.

Bambang mengungkapkan saat ini DPP Kulonprogo tengah membangun jaringan saluran irigasi hortikultura dan irigasi tersier. Untuk hortikultura, DPP membangun saluran sepajang 844 meter, sementara jaringan irigasi tersier perkebunan sepanjang 2,1 kilometer.

Lebih lanjut Bambang meminta kelompok tani juga melakukan pendataan jaringan irigasi tersier, jalan usaha petani, serta sarana pendukung lain. Pasalnya dengan identifikasi tersebut jajarannya akan dipermudah dalam membuat perencanaan memperbaiki dan membangun berdasarkan skala prioritas.

Selain itu permohonan perbaikan saluran irigasi tersier dalam kondisi rusak parah, juga dapat ia pertimbangkan jaringan itu untuk dijadikan prioritas perbaikan. Adapun jalur terbuka ialah melakukan pembuatan proposal ke DPP. "Kami minta kelompok tani mengidentifikasi jalan usaha tani yang diminta dibangun, nanti bisa ke kantor [DPP] untuk mendapatkan pengarahan pembuatan proposal," katanya.

Ketua DPRD Kulonprogo, Akhid Nuryati, menyatakan Dewan selalu siap memperjuangkan aspirasi pembangunan jalan tani dan sarana prasarana pertanian lain. "Pintu rumah kami terbuka 24 jam menampung aspirasi warga. Silakan membuat proposal pembangunan, kami tambah daya dorong ke dinas terkait agar lolos," kata Akhid.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Berita Pilihan

Advertisement

Tangis Pecah Sambut Kepulangan Tiga Prajurit Gugur di Lebanon

Tangis Pecah Sambut Kepulangan Tiga Prajurit Gugur di Lebanon

News
| Sabtu, 04 April 2026, 19:42 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement