Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api di Bromo
Kementerian Kehutanan terus mengintensifkan operasi terpadu untuk mengendalikan kebakaran hutan yang masih terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semer
Ilustrasi Guru
Harianjogja.com, BANTUL- Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Bantul berencana menerapkan sistem zonasi bagi guru sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) negeri di Bantul.
Sistem zonasi guru tersebut untuk mendekatkan guru dari tempat tinggal ke sekolah tempat mengajar.
Kepala Disdikpora Bantul, Didik Warsito mengatakan dengan adanya sistem zonasi bagi guru, maka guru tidak perlu jauh-jauh menempuh perjalanan menuju tempat mengajar, sehingga lebih efektif dari sisi waktu dan biaya transportasi.
Namun untuk menerapkan sistem tersebut, Disdikpora masih terus mengkajinya dengan beberapa pertimbangan, salah satunya soal jumlah guru yang masih kekurangan. "Yang paling memungkinkan dan lebih mudah kami akan terapkan sistem zonasi guru di SD," kata Warsito, saat dihubungi Selasa (17/7/2018).
Menurut dia, guru SD lebih mudah dizonasi karena guru SD adalah guru kelas, yang berbeda dengan guru SMP harus disesuaikan dengan keahlian dan mata pelajaran yang diajarkan, sehingga rotasi guru akan memengaruhi komposisi guru di tiap sekolah.
Yang pasti, kata Warsito, zonasi guru perlu diterapkan meski tidak tahun ini. "Tahun ini kami masih menata," kata dia. Sementara untuk sistem zonasi bagi siswa, ia mengklaim berjalan lancar, tidak ada persoalan yang berarti, bahkan sudah lebih baik ketimbang penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kementerian Kehutanan terus mengintensifkan operasi terpadu untuk mengendalikan kebakaran hutan yang masih terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semer
Bulog mengingatkan penerima tidak menjual beras bantuan pemerintah. Bantuan pangan Oktober-Desember 2026 juga direncanakan kembali disalurkan.
Mengenang konser Guruh Gipsy di Synchronize Fest 2025 yang menjadi penampilan pertama dan terakhir Guruh Sukarnoputra bersama personel asli.
Timnas Indonesia menang 2-0 atas Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026. Garuda selanjutnya menghadapi Malaysia dan Bangladesh di Grup A.
Prabowo Subianto menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Guruh Soekarnoputra yang meninggal pada usia 73 tahun di Jakarta.
Menaker Yassierli mendorong generasi muda memperkuat kompetensi, reskilling, upskilling, dan kemampuan adaptasi menghadapi perubahan dunia kerja.