Advertisement
Ketoprak Dusun Sukoponco Sindir Kegaduhan Politik
Paguyuban Ketoprak Sekar Arum asal Dusun Sukoponco, Sukoreno, Sentolo melakukan pementasan dengan lakon Lambang Sari, Jumat (20/7/2018). - Harian Jogja/Beny Prasetya
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO- Warga Dusun Sukoponco Desa Sukoreno Kecamatan Sentolo menggelar pentas seni dan budaya Ketoprak Mataraman, Jumat (20/7/2018) malam. Pertunjukan seni ini diperankan oleh warga yang tergabung dalam Paguyuban Ketoprak Sekar Arum.
Pertunjukan dimulai sejak pukul 10.00 WIB dengan memainkan lakon Lambang Sari. Warga usia tua, muda, laki-laki dan perempuan ambil peran sebagai pemain dalam pertunjukan kali ini.
Advertisement
Acara ini terselenggara berkat dukungan Dewan Kebudayaan Kulonprogo, pendamping desa budaya, Dinas Kebudayaan Kulonprogo dan DIY serta Dinas Pariwisata DIY. Tujuannya agar Dusun Sukoponco dapat menjadi destinasi wisata dalam hal seni ketoprak.
Kepala Dusun Sukoponco Wiyono mengatakan pementasan ini digelar sekaligus untuk memperingati hari lahir paguyuban ketoprak yang telah mencapai usia 28 tahun. Selain itu sebagai langkah untuk mengembangkan potensi ketoprak yang ada di dusun ini.
BACA JUGA
"Sebagai usaha kami mengembangkan daerah, selain itu kami menyebar flyer [berisi potensi wisata seni] berharap bisa menjadi daya tarik wisata," ungkapnya, Jumat.
Semangat warga kata dia sangat tinggi dalam acara ini, terlihat banyaknya warga yang mau berpartisipasi dalam pertunjukan ketoprak. "Ya ratusan orang datang, akan kami dorong agar lebih baik dan menjadi lokasi wisata," kata dia.
Selain itu dirinya juga berterima kasih dengan Dinas Pariwisata DIY yang memberikan bantuan dan dorongan untuk acara ini. Menurutnya dengan adanya bantuan dan pendampingan yang dilakukan akan mendorong warga untuk terus berkembang dan berkarya.
"Jadi sekarang ada kelompok ketoprak umum dan muda. Yang karawitan juga ada yang bapak-bapak, ibu-ibu, dan muda, jadi terus berkembang," ujar dia.
Ketua Paguyuban Ketoprak Sekar Arum Yusuf Sudarto mengatakan lakon Lambang Sari yang dipilih menggambarkan sebuah kegaduhan politik. Lambang Sari menceritakan tentang perebutan permaisuri yang menjadi simbol kemenangan dan kekuasaan dan dinilai sangat relevan di tahun politik ini.
"Jadi kami ingin juga mengedukasi warga dan penonton, selain itu dilibatkannya pemuda menjadi ajang regenerasi bagi kami," ujar Yusuf Sudarto.
Anggota Dewan Kebudayaan Kulonprogo Sudarto mengatakan pertunjukan ketoprak di Sukoponco merupakan acara yang luar biasa. "Malam ini juga banyak acara seni di Kulonprogo, cuma di sini pedukuhan, dan mampu membuat acara sebesar ini, jadi luar biasa," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Momen Haru di Bandara Saat Presiden Tenangkan Keluarga Prajurit
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jamnya
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jam Lengkapnya
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
Advertisement
Advertisement








