Sempat Melesat di Kualifikasi Moto3 Junior, Ramadhipa Raih 9 Poin
Pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) yang turun di ajang Moto3 Junior World Championship, M. Kiandra Ramadhipa, tampil kompetitif sepanjang balapan
Petani di Dusun Nawungan, Selopamioro, Imogiri, Bantul memanen bawang merah organik, Jumat (22/6/2018) lalu./Harian Jogja-Ujang Hasanudin)
Harianjogja.com, BANTUL--Harga bawang merah pada musim panen tahun ini anjlok, bahkan paling rendah sejak lima tahun terakhir. Saat ini harga bawang merah dari petani per kilogram hanya Rp6.000-Rp7.000 per kilogram (kg).
Sartono, salah seorang petani bawang merah di Tegalsari, Srigading, Sanden mengatakan tahun lalu harga bawang murah tetapi masih di kisaran Rp10.000-11.000 per kg dari petani. Tahun sebelumnya bahkan harga bawang mencapai Rp35.000 per kg. "Paling murah ya musim panen sekarang ini. Semua merata paling mahal Rp7.000 per kg," kata dia, Kamis (20/9/2018).
Sartono memiliki 4.200 meter persegi lahan bawang, semua laku Rp7.000 per kilogram baik untuk pembeli dari Solo, Pati, Surabaya, maupun Jakarta. Ia mengaku masih bisa mengambil keuntungan sedikit karena tidak terlalu mengandalkan pegawai untuk perawatan maupun penanaman.
Menurut dia, jika memanfaatkan pegawai kemungkinan merugi dan tidak bisa menutup biaya tanam. Terlebih jika bibit bawang dari siung yang harganya cukup mahal. Sartono pada panen kali ini menggunakan bibit dari biji bawang yang harganya bisa lebih murah setengahnya. Sartono tidak mengerti ada penurunan harga bawang merah. Namun ia mensinyalir karena ada kesamaan masa panen sehingga stok bawang merah melimpah. "Asal jangan sampai di angka Rp5.000 per kilogram, karena dipastikan semua merugi," kata dia.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan (DP2KP) Bantul, Pulung Haryadi mengakui harga bawang masa panen ini rendah dan paling rendah selama lima tahun terakhir. Masa panen bawang merah di Bantul masih akan berlangsung sampai Oktober mendatang.
Untuk menaikkan harga bawang dinas sudah melakukan berbagai upaya, di antaranya menggelar lelang. Rencananya 26 September nanti akan lelang tingkat DIY yang membuka peluang pembeli dari berbagai daerah untuk menjadi peserta lelang. "Kalau lelang nanti dicari harga penawaran tertinggi, ya bisa sampai di atas Rp10.000 per kilogram," kata Pulung.
Keuntungan lainnya dengan lelang, kata Pulung juga memperpendek beberapa rantai pembeli, karena pembeli besar akan langsung mengetahui kualitas dan kuantitas bawang merah di Bantul. Selain lelang, pihaknya juga akan melatih para petani untuk memanfaatkan perkembangan teknologi supaya pemasaran bawang lebih luas lagi.
Sementara untuk menekan biaya produksi saat ini tengah digencarkan penanaman bawang merah dari bibit biji, bukan bibit siung seperti yang selama ini dilakukan. Uji coba tanaman bawang dari biji baru dilakukan di Srigading, Sanden. Harapannya petani bawang di lokasi lain juga melakukan hal yang sama karena hasilnya sudah terlihat, bisa untung dua kali lipat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) yang turun di ajang Moto3 Junior World Championship, M. Kiandra Ramadhipa, tampil kompetitif sepanjang balapan
P3I mengecam dugaan eksploitasi anak dalam promosi vape TAZELAB dan mendesak aparat menindak tegas pelanggaran etika serta hukum.
Damkar Kulonprogo mengevakuasi ular koros sepanjang 1,5 meter yang ditemukan di gudang toko di Nagung, Wates saat aktivitas bersih-bersih.
KPDI ke-17 di UMY mendorong transformasi perpustakaan menghadapi era AI melalui kolaborasi, inovasi, dan penguatan literasi informasi.
Empat SPPG MBG di Sleman berstatus suspend per 3 Agustus 2026. Tiga menjalani renovasi, satu terkendala administrasi.
Residivis pencurian kembali ditangkap usai mencuri tas pengunjung swalayan di Jogja. Polisi mengungkap kerugian korban mencapai Rp4,8 juta.