Riset Hadirkan Sistem Inteligen Bisnis, Ubah Admisi Berbasis Intuisi
UII mengembangkan sistem Inteligen Bisnis untuk membantu pengambilan keputusan admisi berbasis data dengan skor usability 84,4.
Peserta ujian computer Assisted Test (CAT) calon pegawai negeri sipil (CPNS) mendengarkan arahan petugas sebelum melaksanakan ujian di Graha Soloraya kantor Bakorwil II Gladak, Solo, Kamis (16/10)./Solopos-Ardiansyah Indra Kumala
Harianjogja.com, JOGJA - Pemda DIY akan mengupayakan keberadaan 500 CPNS yang akan ditempatkan di berbagai sekolah tidak akan menggeser guru honorer K2 di sekolah yang sama. Pemda DIY tak bisa berbuat banyak terhadap guru honorer karena ketentuan usia sepenuhnya ditetapkan oleh pemerintah pusat.
Kepala Disdikpora DIY Kadarmanta Baskara Aji menjelaskan berdasarkan pengamatannya banyak K2 yang tidak dapat memenuhi persyaratan untuk mendaftar CPNS karena terkendala usia, namun ada juga yang masih memenuhi syarat dari sisi usia. Menurutnya ada beberapa komunitas K2 yang sedang melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat, untuk diberikan keringanan terkait usia atau masa kerja.
"Tetapi ini sudah masuk di peraturan pemerintah sehingga sulit bagi kementerian, sehingga kriteria harus dipenuhi dengan usia maksimal 35 tahun," ucapnya di Kepatihan, Jumat (21/9/2018).
Aji mengatakan kuota 500 CPNS guru yang diberikan pusat itu masih jauh dari kebutuhan. Karena sekolah yang berada di bawah Pemda DIY masih kekurangan sekitar 3.000 guru PNS. Memang saat ini di semua sekolah susah ada gurunya namun banyak juga yang non PNS atau honorer.
Ia mengakui ada unsur dilematis bagi Pemda DIY ketika harus menggeser guru honorer utamanya K2 dengan hadirnya CPNS baru yang direkrut tahun ini.
"Apa iya yang dulu sudah berjuang mengajar itu tiba-tiba kita hentikan karena ada guru PNS baru," katanya.
Oleh karena itu pihaknya akan mengupayakan agar honorer tetap bertahan di sekolah tersebut atau tidak tergeser. Sehingga penempatan guru PNS baru, lebih diutamakan pada sekolah yang guru PNS dan non PNS telah pensiun. "Kami upayakan siapapun yang diterima nanti tidak akan menggantikan guru non PNS yang sudah berjuang lama," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UII mengembangkan sistem Inteligen Bisnis untuk membantu pengambilan keputusan admisi berbasis data dengan skor usability 84,4.
Pengalaman menarik dirasakan Joko Sunarno warga Borangan, Manisrenggo, Klaten yang tinggal di Yogyakarta saat mendampingi istrinya sakit.
Biaya makan sering menjadi penyebab anggaran liburan membengkak. Simak enam cara hemat menikmati kuliner saat traveling ke luar negeri tanpa mengorbankan pengal
Kodim 0730/Gunungkidul menyiagakan mobil tangki air untuk membantu penyaluran air bersih di wilayah terdampak kekeringan. BPBD telah menyalurkan 184 tangki air
Perkembangan chipset dan AI membuat HP murah kini mampu menghadirkan fitur yang dulu hanya tersedia di smartphone flagship. Simak alasan perbedaannya semakin ti
Estonia dinobatkan sebagai negara terbersih di dunia versi Environmental Performance Index 2024. Simak daftar 10 besar dan posisi Indonesia dalam peringkat glob