Ditengarai Cemari Kawasan Karst Gunungkidul, Aktivitas Peternakan Ayam PT WNU Sementara Disetop

Ilustrasi kawasan karst di Gunungkidul. - Harian Jogja
25 September 2018 11:50 WIB Jalu Rahman Dewantara Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Pemkab Gunungkidul akhirnya buka suara soal kisruh PT Widodo Makmur Unggas (WMU). Mereka menyatakan peternakan yang berlokasi di Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu tersebut telah menghentikan aktivitasnya untuk sementara waktu.

Sekretaris Daerah Gunungkidul, Drajat Ruswandono mengatakan pada Selasa (18/9/2018) kemarin Pemkab memanggil PT WMU. Dari pertemuan itulah disepakati bahwa peternakan ayam ini berinisiatif menghentikan sementara aktifitas pembangunan. PT WMU sebelumnya menuai polemik karena pembuangan limbah peternakan tersebut ditengarai mencemari kawasan karst.

"Itu mereka [PT WMU] sampaikan sebelum kami menyerahkan Surat Peringatan kedua," kata Drajat saat ditemui awak media di Pemda Gunungkidul, Senin (24/9/2018) petang.

Dia menyatakan pemkab akan memantau langsung dengan memerintahkan Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) untuk melihat langsung di lokasi untuk memastikan penghentian aktvitas pembangunan.

PT WMU lanjutnya juga akan membongkar bangunan seperti sumur yang selama ini menjadi sorotan akan dijadikan pembuangan limbah. "Kami akan melakukan pemantauan di lokasi jangan sampai melanggar kesepakatan,"ujarnya.

Diungkapkan Drajat, PT WMU akan segera mengurus dokumen Amdal yang saat ini sedang dilakukan penelitian. PT WMU lanjutnya juga berjanji untuk memperbaiki dokumen Amdal dan mengurus perizinan secara paralel.

Sementara itu Bupati Gunungkidul Badingah mengaku telah meminta kepada PTWMU itu untuk mengurus perizinan. Menurutnya setiap perusahaan harus dilengkapi dengan Amdal, dan sekarang kewenangan propinsi. "Kami mendorong agar semua dilengkapi terlebih dahulu," katanya.