Alhamdulillah, Pengobatan Bayi Kembar Siam Dibantu Pemkab Gunungkidul, Termasuk Transportasi Pengobatan

Meisya dan Meikha tengah digendong ibunya Eka Handayani di rumahnya di Desa Sambirejo, Kecamatan Semin, Gunungkidul. - Ist
29 September 2018 22:17 WIB Jalu Rahman Dewantara Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Bayi kembar siam asal Kecamatan Semin, Meikha dan Meisya akan segera mendapat KIS dan BPJS PBI jalur APBD. Biaya transportasi selama pengobatan sebelum operasi juga akan ditanggung Pemkab Gunungkidul.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Gunungkidul, Siwi Iriyanti melalui sambungan telepon kepada Harianjogja.com, Jumat (28/9/2018).

Diungkapkan Siwi, bayi kembar siam tersebut sebelumnya pernah memeriksakan diri ke RS. Sarjito, namun karena belum memiliki KIS maupun PAB BPJS APBD, akhirnya urung dilakukan. Atas hal itu pihaknya menggenjot penyegeraan pembuatan kartu tersebut.

"Jadi kemarin kita sudah koordinasi lintas OPD. Hari ini [Jumat] kita fasilitasi perubahan KK karena mereka [Meikha dan Meisya] itu kan belum masuk, itu difasilitasi dukcapil. Habis itu nanti langsung ke BPJS dan dibuatkan BPJS yang diakomodir APBD. Besok senin akan selesai," ucap Siwi.

Siwi mengatakan percepatan bantuan ini sesuai kebijakan khusus bupati. Selain itu juga lantaran kedua orang tua bayi kembar siam tersebut masuk dalam kategori kurang mampu. "Kalau biasanya lewat jalur standar, ini ada jalur khusus untuk mereka," ujarnya.

Selama sebelum operasi yang dimungkinan dua bulan lagi, Pemkab Gunungkidul lanjut Siwi juga akan memberi bantuan penyediaan transportasi dan segala hal yang diperlukan.

"Kami juga mengkomunikasikan dengan puskesmas terkait untuk menyediakan transportasi [untuk bayi kembar siam] menuju RS Sarjito. Baik itu ambulan dan biaya operasionalnya. Soalnya kan selama dua bulan sebelum operasi dia kan harus periksa rutin. Mudah mudahan nanti bisa segera ditindaklanjuti dan segera mendapat haknya," jelas Siwi.

Sementara itu Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi mengaku telah memerintahkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, khususnya Dinsos dan Dinas Kesehatan Gunungkidul agar memberikan perhatian lebih kepada bayi kembar siam tersebut.

“Untuk saat ini mungkin kami akan memberikan bantuan kebutuhan sehari-hari atau seperti apa dan bagaimana nanti sedang dikoordinasikan dengan OPD terkait,” ujarnya.

Kendati demikian diakui Immawan bantuan yang diberikan Pemkab masih terbatas. Khususnya terkait biaya operasi pemisahan tubuh bayi kembar siam tersebut yang tergolong besar.

Namun, meski demikian Immawan mengaku akan melakukan koordinasi dengan Pemda DIY maupun pemerintah pusat terkait nasib kedua bayi kembar dempet ini.

Sebagaimana yang diberitakan sebelumnya, Meisya dan Meikha merupakan bayi kembar siam berusia empat bulan. Anak dari pasangan Ari Sahyana, 28, dan Eka Handayani, 27, itu berasal dari Desa Sumberejo, Kecamatan Semin. Keterbatasan perekonomian menyulitkan untuk biaya operasi mereka.