Hyundai Stargazer Siap Mengaspal di Jogja
Hyundai Stargazer resmi hadir di Jogja, setelah sebelumnya diluncurkan oleh PT Hyundai Motors Indonesia (HMID)
Gua Kedung Mbangsri Dusun Blado, Desa Girikarto, Kecamatan Purwosari, tempat ditemukannya sumber air. /Ist-dok warga
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul merespons baik ditemukannya lokasi yang diduga sebagai sumber air yang ada dalam gua di Dusun Blado, Desa Girikarto, Kecamatan Purwosari beberapa waktu lalu.
Bupati Gunungkidul, Badingah mengaku telah memerintahkan jajarannya untuk melakukan survei ke lokasi. "Sudah dapat informasi itu dan sudah saya perintahkan ke Sekda dan OPD [Organisasi Perangkat Daerah] terkait untuk mengecek lokasi," kata Badingah, Senin (1/10/2018).
Jika memang sumber air tersebut memungkinkan untuk dapat diangkat ke permukaan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pihak provinsi atau Pusat agar ditindaklanjuti, karena program itu jelas membutuhkan dana yang tidak sedikit.
“Kalau saya berharap air tersebut benar-benar bisa diangkat dan dialirkan merata ke seluruh masyarakat untuk mengatasi kekeringan yang selama ini masih terjadi.”
Sekda Gunungkidul Drajad Ruswandono mengaku telah menerima perintah Bupati untuk segera mengecek lokasi penemuan air tersebut. Menurut dia perlu dipastikan dan melihat langsung titiknya, karena di sekitar daerah tersebut juga pernah diresmikan sumber air oleh Badingah.
"Kami akan tinjau dulu terkait dengan tingkat kesulitan, berapa debit airnya, serta melihat asal dari sumber air tersebut. Jangan-jangan sumber air tersebut dari sungai-sungai kecil bawah tanah sehingga tidak memungkinkan diangkat," ujar Drajad.
Sebelumnya Kepala Dusun Blado, Witanto mengungkapkan sumber air yang ada pertama kali ditemukan oleh warga saat mencari kelelawar di gua Senin (24/9/2018). Tidak diduga saat itu ditemukan air dengan debit yang besar dan airnya jernih.
Mengetahui hal tersebut warga nekat mengambil air tersebut, untuk memenuhi kebutuhan air kendati medan yang dihadapi terbilang sulit. Waktu yang dibutuhkan sekitar 30 menit dari mulut gua sampai ke lokasi.
Daerahnya terbilang hingga saat ini memang masih kesulitan air bersih saat kemarau. Warga harus membeli air bersih dengan harga Rp50.000 per 30 jeriken berkapasitas 10 liter, atau dengan tangki seharga Rp150.000 per tangki.
"Kami harap dengan ditemukan sumber air tersebut dapat meringankan beban warga. Dengan bantuan pemerintah kami harap dapat membantu mengangkat air agar lebih mudah diakses oleh warga sekitar, tidak memerlukan waktu yang lama," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hyundai Stargazer resmi hadir di Jogja, setelah sebelumnya diluncurkan oleh PT Hyundai Motors Indonesia (HMID)
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.
3 pelaku pembacokan pelajar di SMAN 3 Jogja ditangkap di Cilacap. Polisi masih memburu 3 pelaku lain terkait konflik geng.
Dua kakak beradik tewas dalam kecelakaan melibatkan dua truk di Ngawi. Polisi masih selidiki identitas kendaraan.
Polres Bantul perketat patroli malam untuk tekan klitih dan kejahatan jalanan. Orang tua diminta awasi anak sebelum jam 22.00 WIB.