Advertisement
Keluhan Lewat Kanal Digital Lebih Cepat Direspon
Pemenang kategori lomba foto dalam Lomba Foto dan Video Pelayanan Publik DIY 2018 oleh ORI DIY pada Selasa (2/10/2018). - Harian Jogja/Fahmi Ahmad Burhan
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN --Ombudsman RI (ORI) mengadakan ngopi bareng dengan tema masyarakat digital dan kampanye pelayanan publik. Di era sekarang berbagai kanal digital bisa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Ketua ORI DIY Budi Masturi mengatakan di era digital ini, pelayanan publik haruslah responsif untuk mengakomodasi saran-saran masyarakat. "Kanal-kanal digital haruslah disiapkan di era sekarang ini, karena itu dirasa efektif dalam meningkatkan pelayanan publik," ujarnya pada Selasa (2/10/2018).
Advertisement
Budi mengatakan ORI DIY sendiri sudah membuka kanal digitalnya melalui beberapa media sosial seperti whatsapp juga facebook.
"Beberapa diantaranya sangat penting, seperti dulu ada warga melaporkan di facebook terkait pelayanan tempat wudhu di Stasiun Lempuyangan yang tidak memadai. Dan tindakan dari pengelola cepat. Sehingga, kanal digital ini efektif di era sekarang ini," ujarnya.
BACA JUGA
Anggota Ombudsman RI Ninik Rahayu mengatakan di era saat ini, kanal-kanal digital dirasa paling efektif dalam menyampaikan pesan. "Sampai saat ini sangat krusial. Maka dengan media digital ini menjadi peluang menyampaikan pada terlapor wajah mereka itu di pelayanan publik. Maka semakin banyak masyarakat yang mengetahui," jelasnya.
Menurutnya, banyak sekali pelayanan publik yang perlu mendapat perhatian. Beberapa layanan mulai dari layanan sosial dasar seperti pendidikan, kesehatan dan lainnya. Selain itu juga ada layanan birokrasi yang perlu diawasi masyarakat.
Ninik mencontohkan beberapa waktu lalu Ombudsman RI melakukan sidak ke sejumlah lapas, salah satunya ke Lapas Sukamiskin Bandung. Dalam sidak tersebut ditemukan adanya maladministrasi yakni berupa perbedaan fasilitas bagi napi.
"Ada beberapa napi yang menempati sel yang kondisinya tidak layak, sementara ada napi yang tidur di kasur yang bagus, ada televisi, pendingin ruangan, alat kebugaran dan fasilitas lainnya. Di sinilah terjadi perbedaan layanan yang dilakukan aparatur negara," kata Ninik.
Menurutnya persoalan seperti itu haruslah diselesaikan sehingga layanan publik bisa berjalan secara baik ke masyarakat.
Sebelumnya, diumumkan pemenang Lomba Foto dan Video Pelayanan Publik DIY 2018 oleh ORI DIY. Dari beberapa nominator dipilih masing-masing lomba dua pemenang.
Untuk lomba foto, juara 2 dimenangkan oleh Furqon Nugraha Rahman dengan judul foto Guilding Block. Sementara juara pertama lomba foto yaitu Dewangga Ewang Jasa Rahardian dengan judul Jembatan Sesek Pundong.
Untuk lomba video juara 2 diraih oleh Endra Wahyu Wibowo dengan judul video Terminal Giwangan Nasibmu Kini. Sementara untuk juara pertama lomba video diraih oleh Ari Sadewa dengan judul Jogja "Kota Seribu Iklan".
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Waspada Efek Perang Timur Tengah, Malaysia Perketat Keamanan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- SIM Keliling Jogja Dibuka di Alun-Alun Kidul, Cek Jadwalnya
- Operasi SAR Yunanta di Sungai Opak Resmi Ditutup Setelah 7 Hari
Advertisement
Advertisement








