Guardiola Siap Tempur di Final Piala FA, Chelsea Tak Gentar di Wembley
Manchester City vs Chelsea di final Piala FA Wembley. Guardiola dan McFarlane siap duel perebutan gelar.
Ilustrasi sedekah laut. /Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, JOGJA-Pihak kepolisian didesak melakukan penyelidikan mendalam dan menindak tegas pelaku dan aktor intelektual di balik perusakan properti sedekah laut di Pantai Baru, Bantul pada Sabtu (13/10/2018) lalu. Jika kejadian ini dibiarkan terus berulang dikhawatirkan maka citra masyarakat Jogja yang rukun, cerdas, santun, dan berkeadaban akan tergerus.
Ketua Aliansi Bela Garuda (ABG) DPD DIY Ispurwanto mengatakan, penyerangan sekelompok orang pada saat persiapan laku budaya sedekah laut di Pantai Baru tersebut merupakan aksi dari sebagian kecil anak bangsa yang sudah kehilangan nalar ke-Indonesiaannya. "Para pelaku merupakan wajah-wajah lama yang berulang kali melakukan tindak kekerasan di DIY dengan bertameng pada teks religius dan tafsir sepihak," katanya kepada Harianjogja.com, Rabu (17/10/2018).
Kekerasan yang dilakukan kelompok ini, lanjut Ispurwanto, selalu disertai dengan postingan melalui media sosial secara terbuka. Cara yang dilakukan kelompok ini juga sangat terorganisir dan terencana dengan baik. Mulai pelaksanaannya, dampak teror bagi masyarakat hingga kalkulasi resiko hukum bagi para pelakunya.
Padahal, katanya, sedekah laut merupakam bentuk ekspresi budaya yang ada sejak dahulu dan menjadi sarana kultural harmonisasi antara manusia, alam dan Sang Pencipta. "Kekerasan yang terjadi semacam ini menambah daftar hitam kasus intoleransi di DIY. Ini bagian dari upaya sistematis untuk merusak sendi-sendi budaya dan mengancam kedaulatan kultural bangsa," ujarnya.
Tindak kekerasan yang dilakukan dengan memakai simbol-simbol agama itu menunjukkan tidak adanya niat baik untuk menciptakan perdamaian, kerukunan, dan persaudaraan di DIY. "Kami mengecam keras praktek kekerasan dan pemaksakan kepentingan sepihak itu. Kami juga mendesak agar kepolisian segera menuntaskan kasus ini dan mengungkap aktor intelektual di balik serangan itu," katanya.
Wakil Sekretaris DPD ABG DIY Noval Satriawan menambahkan kekerasan yang berulang dilakukan oleh kelompok tersebut adalah bagian dari konstelasi politik yang patut diwaspadai semua pihak. Penolakan dan tekanan kepada bentuk-bentuk ekspresi budaya seperti sedekah Laut dan ritual tradisi lainnya, dinilai sebagai upaya pencerabutan masyarakat dari akar budayanya.
"Dampaknya masyarakat rentan dimasuki anasir-anasir budaya asing yang bertentangan dengan semangat kenusantaraan," katanya.
Pihaknya mendukung aparat kepolisian untuk bersikap tegas dan berani terhadap segenap anasir anti NKRI dan Pancasila. Baik dalam menangani kasus di Bantul maupun mengatasi akar masalah kekerasan sektarian di DIY. "Kami juga menghimbau kepada seluruh anak bangsa pecinta kebudayaan nasional dan nilai-nilai Pancasila untuk berani dan kongkrit melindungi kedaulatan budaya dan NKRI," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Manchester City vs Chelsea di final Piala FA Wembley. Guardiola dan McFarlane siap duel perebutan gelar.
KPK mendalami dugaan aliran uang kepada Bupati Tulungagung nonaktif Gatut Sunu Wibowo lewat pemeriksaan sembilan saksi.
Anwar Ibrahim mendesak Israel segera membebaskan aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan saat membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Polresta Sleman kembali membuka peluang restorative justice dalam kasus Shinta Komala terkait dugaan penggelapan iPhone 14.
Kasus kekerasan seksual santri di Lombok Tengah mengungkap penggunaan aplikasi khusus gay oleh tersangka berinisial YMA.
Transformasi ekonomi DIY dinilai tak bisa dipisahkan dari budaya lokal yang menjadi fondasi pengembangan ekonomi kreatif Yogyakarta.