Banyak Bencana, Anggaran Perbaikan Usai Badai Cempaka di Bantul Ditunda

Ilustrasi badai - Reuters
20 Oktober 2018 08:37 WIB Salsabila Annisa Azmi Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Maraknya bencana alam membuat alokasi anggaran perbaikan jembatan di Bantul yang rusak akibat badai cempaka terpaksa diundur tahun depan. Namun sebagian jembatan sudah diperbaiki dan bisa digunakan.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul Bobot Arifi mengatakan sebagian besar jembatan yang rusak di Bantul akibat badai cempaka akan ditangani tahun ini. Namun jembatan kasihan yang berskala besar tidak jadi ditangani tahun ini.

"Waktu itu kita berharap alokasi anggaran dari APBN dari BNPB, tetapi ternyata negara lagi banyak musibah, jadi [anggaran perbaikan jembatan] tidak teralokasikan," kata Bobot, Jumat (19/10/2018).

Bobot mengatakan belum tahu pasti kapan anggaran perbaikan jembatan wewenang provinsi akan turun dari pusat. Apabila tidak turun tahun ini, pihaknya akan kembali membantu mengusulkan anggaran di tahun berikutnya. Sementara ini, Bobot menambahkan, fokus perbaikan ada pada jembatan-jembatan kecil level kabupaten.

Bobot mengatakan sebenarnya semua pihak sudah menangani jembatan-jembatan yang rusak, namun pelaksanaannya masih bertahap. Adapun kabupaten Bantul memiliki kewenangan memperbaiki 10 jembatan. "Hari ini sebagian besar sudah selesai, bisa untuk transportasi," kata Bobot.

Bobot mengatakan masing-masing jembatan membutuhkan dana perbaikan Rp450 Juta hingga Rp750 juta. Sementara jembatan paling besar yang terdampak badai cempaka, yaitu Jembatan Serayu akan menghabiskan dana sekitar Rp1 Miliar.

Sementara itu untuk jembatan gantung Selopamioro yang juga mengalami kerusakan cukup parah, Bobot mengatakan, pihaknya tengah mengusulkan anggaran ke Kementerian PUPR. Beberapa hari lalu pihak kementerian sudah melakukan survei ulang untuk penindaklanjutan anggaran.