Perkosa Pacar di Bawah Umur, Pemuda Wonogiri Ancam Sebar Video
Polres Wonogiri menangkap pemuda 18 tahun yang diduga melakukan kekerasan seksual dan memeras korban dengan ancaman penyebaran rekaman.
warga berebut mendapatkan apem yang disebar dari atas menara oleh para bregada rohis Pondok Wonolelo./Harian Jogja-Siti Rofiah (M122)
Harianjoja.com, SLEMAN- Saparan Ki Ageng Wonolelo merupakan sebuah tradisi tahunan yang selalu diselenggarakan pada bulan Safar atau bulan kedua dalam penanggalan Islam.
Acara tersebut mempunyai berbagai agenda kegiatan setiap harinya selama bulan Safar. Salah satunya adalah penyebaran apem sebagai acara puncaknya.
Penyebaran apem untuk memperingati dan mengapresiasi perjuangan Ki Ageng Wonolelo. kegiatan ini digelar warga Dusun Pondok Wonolelo, Desa Widodomartani, Ngemplak, Sleman. Sebanyak 1,5 ton apem diperebutkan ribuan masyarakat, Kamis (19/10).
Menurut Saiman, anggota Rohis Pondok Wonolelo, kata apem berasal dari bahasa Arab yaitu afuwwun yang berarti ampunan.
Apem lebih lengkapnya lagi ditambah dengan ketan dan kolak. Dari ketiga jenis makanan tersebut jika digabungkan akan membentuk filosofi kehidupan, yaitu orang yang banyak bicara disimbolkan dengan kolak atau qola dalam bahasa Arab. Orang tersebut pastilah mempunyai banyak salah atau khilaf (disimbolkan dengan ketan), maka segeralah orang tersebut untuk meminta ampun (disimbolkan dengan apem).
Sehingga dalam acara terebut, Pak Saiman berharap agar seluruh masyarakat Sleman mendapatkan ampunan dari Sang Maha Kuasa dan selamat dalam hidup di dunia maupun akhirat.
Penyebaran apem sendiri dilakukan di depan makam Ki Ageng Wonolelo setelah diadakannya tahlil bersama untuk memperingati Ki Ageng Wonolelo, pada Jumat (19/10/2018) sore yang diikuti oleh seluruh masyarakat Wonolelo dan sekitarnya.
"Saya tadi ikut biar dapat berkah. Semoga dalam berkeluarga juga selalu diberi kelancaran, damai, dan tenang serta supaya rezekinya itu lancar," tutur Agus, salah satu peserta yang ikut berebut apem.
Untuk diketahui, tradisi membuat dan membagikan apem ini juga kerap di gelar di berbagai wilayah di Jogja. Misalnya saat masa ruwahan atau jelang bulan puasa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polres Wonogiri menangkap pemuda 18 tahun yang diduga melakukan kekerasan seksual dan memeras korban dengan ancaman penyebaran rekaman.
Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) 2026 tak lagi sekadar menjadi acara puncak HUT Kota Jogja. Perayaan yang memasuki tahun ke-10 itu dikemas menjadi WJNC Festiv
PSEL Piyungan diproyeksikan mengolah 1.000 ton sampah per hari. DIY menyiapkan pasokan dari Gunungkidul, Kulonprogo hingga Jateng.
Taman Budaya Yogyakarta (TBY) akan menggelar Lomba dan Pameran Fotografi Rana Budaya #4 dengan tajuk FYP (For Your People), sekaligus pameran arsip
DPRD Sleman mendorong penguatan peran masyarakat dalam pelestarian dan pengembangan cagar budaya melalui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda)
Prabowo menyebut ekosistem mobil listrik Indonesia di Purwakarta-Subang ditargetkan mulai produksi besar-besaran paling lambat 2028.