Peringkat UGM di Asia Semakin Membaik

Peserta upacara menggunakan baju daerah dan tokoh pewayangan saat mengikuti upacara bendera peringatan HUT ke-73 Kemerdekaan RI di Lapangan Balairung UGM, Sleman, Jumat (17/08). - Harian Jogja/ Gigih M. Hanafi
26 Oktober 2018 21:10 WIB Herlambang Jati Kusumo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--UGM naik peringkat sebagai perguruan tinggi terbaik di tingkat Asia yang dikeluarkan oleh lembaga pemeringkatan perguruan tinggi dunia Quacquarelli Symonds (QS) World University Ranking: Regional Ranking Asia 2019.

"Alhamdulillah peringkat UGM di QS Asia University Ranking Asia 2019 naik dari peringkat 85 ke peringkat 74," kata Rektor UGM, Prof. Panut Mulyono, Jumat (26/10/2018).

Selama empat tahun berturut-turut, sejak 2016 hingga 2019, peringkat UGM terus meningkat dari ranking 137 menjadi 74 besar di Asia. Peningkatan peringkat tersebut menunjukkan perbaikan dan kemajuan di berbagai bidang di UGM setiap tahun.

Menurut Panut, pencapaian tersebut merupakan hasil kerja keras dan kekompakan semua warga UGM, bekerja sama dengan alumni dan para mitra. Ia mengatakan UGM akan terus meningkatkan kepemimpinan dan kontribusinya untuk kemajuan dan kesejahteraan bangsa.

Kepala Kantor Jaminan Mutu UGM, Prof. Indra Wijaya Kusuma menjelaskan dalam pemeringkatan perguruan tinggi yang dilakukan QS berdasarkan pada 11 indikator.

Indikator yang digunakan pada penilaian antara lain reputasi akademik, reputasi alumni di dunia kerja, rasio dosen dan mahasiswa, jumlah sitasi pada setiap publikasi ilmiah, jumlah publikasi ilmiah, jumlah pertukaran mahasiswa, jumlah dosen asing, jumlah dosen bergelar doktor, serta jejaring riset internasional.

Berdasar data QS tersebut, UGM mengalami peningkatan performa dalam beberapa indikator. UGM unggul pada indikator reputasi akademik dengan menduduki urutan I di Indonesia dan 43 di Asia.
"Hal ini menandakan reputasi UGM semakin dikenal di dunia akademik dan industri," ujarnya.

Berdasarkan hasil yang dirilis QS, UGM mengalami peningkatan tidak hanya pada reputasi akademik, tetapi juga pada reputasi lulusan di dunia kerja, jejaring riset internasional, pemanfaatan dosen asing, kesesuaian rasio dosen dan mahasiswa, serta jumlah mahasiswa pertukaran internasional baik dari UGM maupun ke UGM.