Terbuat dari Kardus, Kotak Suara Pemilu Sangat Rawan Rusak

Pekerja sedang memindahkan kotak suara pemilu 2019 ke gudang penyimpanan milik KPU Gunungkidul, Jumat (26/10/2018). - Harian Jogja/David Kurniawan
27 Oktober 2018 05:17 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-KPU Gunungkidul harus benar-benar bekerja keras untuk mengamankan dan memelihara kotak suara untuk Pemilu 2019. Hal ini terjadi karena bahan kotak yang terbuat dari kardus sangat rawan terjadi kerusakan apabila tidak dijaga dengan benar.

Belasan ribu kardus untuk kotak suara dan bilik suara Pemilu 2019 sudah mulai dikirim ke Kantor KPU Gunungkidul di jalan Ringroad Utara di Desa Piyaman, Wonosari sejak Kamis (25/10/2018). Kardus-kardus ini dikirim melalui truk kontainer kemudian dipindahkan ke gudang milik KPU.

Ketua KPU Gunungkidul Ahmadi Ruslan Hani mengatakan, proses pemindahan dari truk kontainer menuju ke gudang. Total kardus untuk kotak suara pemilu 2019 ada 13.590 lembar. Untuk pengamanan awal, setiap lembar kardus dibungkus dengan plastik.

“Masih dalam proses pemindahan karena yang dikirim selain kotak suara juga bilik suara untuk pemilu,” katanya kepada wartawan, Jumat (26/10/2018).

Hani menjelaskan, jenis kotak suara berbahan kardus lebih rawan ketimbang kotak suara berbahan logam. Oleh karenanya, untuk menjaga kotak suara berbahan kardus tidak rusak, sebelum dilakukan pengiriman, tim dari KPU melakukan sterilisasi gudang dengan menyemprotkan cairan anti rayap. Selain itu, tempat penyimpanan juga lebih tinggi sehingga tidak langsung menyetuh ke tanah.

“Sebelum datang, gudang penyimpanan dibuatkan panggung sehingga penyimpanan kardus kotak suara tidak langsung bersentuhan dengan lantai sehingga lebih aman,” katanya.

Menurut dia, pada saat perawatan, tim dari KPU juga harus memastikan bahwa atap gudang tidak bocor. Hal ini untuk mengantisipasi saat musim hujan sehingga logistic tidak mengalami kerusakan.

Akan terus kita pantau dan lakukan pemeliharaan rutin, salah satunya menyemprotkan cairan anti rayap secara berkala,” tambah Hani.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Gunungkidul Is Sumarsono mengatakan, pihaknya belum melakukan pemantauan secara langusng terhadap pengiriman logistic pemilu berupa kotak dan bilik suara. Namun demikian, dari informasi yang ia terima, logisitik yang berbahan kardus sangat rawan dan mudah rusak. Oleh karenanya, ia meminta kepada KPU untuk melakukan pengamanan dan pemeliharaan agar kotak suara dan bilik tidak rusak.

“Memang bahannya lebih rentan rusak ketimbang kotak suara dari logam. Yang jelas, kami minta KPU untuk berhati-hati dalam penyimpanan sehingga barang tetap aman dan siap digunakan pada saat pencoblosan,” katanya. (David Kurniawan)