Advertisement

EMBARKASI Haji DIY: Sultan Restui Tanah SG di Srandakan Dipakai, Tapi Ada Syaratnya

Sunartono
Jum'at, 23 November 2018 - 23:25 WIB
Arief Junianto
EMBARKASI Haji DIY: Sultan Restui Tanah SG di Srandakan Dipakai, Tapi Ada Syaratnya Jemaah calon haji berjalan menuju pesawat yang akan memberangkatkannya ke Arab Saudi. Ilustrasi. - ANTARA/Umarul Faruq

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA—Raja Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat Sri Sultan HB X memberikan sinyal persetujuan penggunaan lahan Sultan Grond (SG) di Dusun Kwaru, Poncosari, Srandakan, Bantul, Yogyakarta, sebagai tempat dibangunnya embarkasi haji. Syaratnya, lahan tersebut tetap jadi milik Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan tidak dicabut hak milik atas tanah menjadi tanah negara.

Hingga saat ini, diakui Sultan memang belum ada kepastian soal lokasi dibangunnya embarkasi haji di DIY. Pihaknya menyerahkan sepenuhnya pembahasan itu kepada DPRD DIY dan Kementerian Agama (Kemenag) DIY.

Gubernur DIY mengakui memang ada salah satu lokasi yang dinilai representatif sebagai emberkasi yaitu di Kuwaru, Kecamatan Srandakan, Bantul, tetapi hal itu belum menjadi keputusan melainkan baru sebatas pilihan-pilihan.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

"Belum [diputuskan lokasinya]. Biar Dewan [DPRD DIY] berembuk dulu dengan pemerintah [Kemenag DIY]. Semua masih sebatas baru bicara pilihan-pilihan," kata HB X.di kompleks Kepatihan, Kamis (22/11/2018)

Sultan mengaku tak mempersoalkan jika embarkasi dibangun di atas tanah SG di Kuwaru. "Nggak ada masalah [dibangun di atas tanah SG] asal jangan terus berubah jadi [milik] pemerintah [tanah negara], berdiri di atas Sultan Grond," katanya.

Dia menambahkan jika lahan tersebut kemudian disertifikatkan menjadi milik pemerintah maka akan membuat berkurangnya lahan SG di DIY. "Ya kalau terus disertifikatkan milik pemerintah kan jadi hilang [penyusutan lahan SG]. Jadi misalnya embarkasi di atas tanah Sultan Grond gitu," ucapnya.

Ditanya soal prosedur penggunaan lahan SG dan terkait dengan kemungkinan praktik sewa menyewa, HB X enggan berkomentar. Tetapi menurutnya persoalan itu bisa dimusyawarahkan bersama. "Kalau itu [mekanisme penyewaan] rembugane gampang, nggak masalah, sing penting itu [kepastian pembangunan] saja," kata dia.

Sebelumnya Sekda DIY Gatot Saptadi mengaku telah mengusulkan beberapa tempat yang mungkin bisa dipakai sebagai tempat pembangunan embarkasi haji untuk skala lebih besar. Dari beberapa lahan yang diusulkan, salah satunya di Dusun Kuwaru, Poncosari, Srandakan yang tergolong paling luas dan tidak jauh dari lokasi New Yogyakarta International Airport (NYIA) Kulonprogo. Dari situ [Kuwaru] ke NYIA, hanya butuh waktu sekitar 20 menit. Lahan itu cukup untuk pembangunan emberkasi seluas 10 hektare,” ucap dia.

Pembangunan embarkasi itu sepenuhnya akan dibiayai oleh Pusat melalui Kemenag. Pemda DIY diakui dia akan terlibat dalam proses desain seperti halnya desain pembangunan NYIA yang juga mengadopsi kultur DIY. "Desain nanti tentu dikonsultasikan dengan kami [Pemda DIY], kalau pembiayaan dari pusat," ujarnya.

Advertisement

Rencananya, embarkasi haji itu direncanakan akan memiliki 3.000 kamar dengan fasilitas hotel bintang tiga. Selain itu, desain tersebut nantinya bisa dimanfaatkan untuk beragam kegiatan hingga ke arah wisata rohani.

Sehingga status pemanfaatan gedung tidak hanya saat jelang pelaksanaan ibadah haji saja namun bisa dimanfaatkan untuk beragam kegiatan setiap saat. "Angan-angannya bisa dimanfaatkan sebagai wisata religi, tetapi desainnya seperti apa, belum jadi. Sehingga pemanfaatan tidak hanya jelang haji saja," ucap dia.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Top 7 News Harianjogja.com Kamis, 29 September 2022

News
| Kamis, 29 September 2022, 07:27 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement