Belasan TPS di Sleman Rawan Konflik saat Pemilu

Ilustrasi Pemilu. (JIBI)
24 November 2018 07:50 WIB Yogi Anugrah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Kapolsek Depok Barat, Sleman Kompol Sukirin Hariyanto mengatakan 12 dari total 91 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di kecamatan ini rawan terhadap gangguan pada saat pemilu.

"Untuk lokasi ke 12 TPS mayoritas di Tambak Bayan," katanya pada Jumat (23/11/2018).

Lebih lanjut, ia menjelaskan ke 12 TPS tersebut masuk kategori rawan karena banyak warga yang sudah memiliki hak pilih, namun tidak memiliki KTP DIY, sehingga tidak bisa untuk menggunakan hak pilihnya. Hal tersebut akan membuat potensi terjadinya gangguan semakin besar.

"Kami sudah berkoordinasi dengan pihak KPU, untuk wilayah-wilayah yang rawan akan ditambah jumlah personel pengamanannya dari Polsek, dan akan dibantu oleh Polres dan Polda," ujarnya.

Ia mengungkapkan, nantinya akan ada dua personel polisi dan 10 linmas untuk pengamanan yang terbagi di lima TPS yang tidak rawan, namun untuk TPS yang rawan gangguan, akan ada dua personel polisi dan empat linmas untuk masing-masing TPS.

"Ini masih sementara, karena mungkin akan ada penambahan jumlah TPS," ucapnya.

Berdasarkan rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP) II, saat ini jumlah pemilih di Sleman mencapai 773.875 orang. Sedangkan jumlah TPS yang siap menjadi tempat pemilihan yaitu 3.391 TPS.

Ketua KPU Sleman Trapsi Haryadi mengatakan peran petugas keamanan dalam proses mengamankan pemilu 2019 sangat penting.

"Harapannya petugas keamanan dari Polisi dan Linmas bisa bersinergi dalam penyelenggaraan pemilu 2019 nanti," kata Trapsi.