Ada Asbak dan Puntung Rokok di Sekolah, Langsung Diskualifikasi

Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo, menyerahkan hadiah kepada sejumlah guru berprestasi dalam upacara peringatan Hari Guru Nasional dan Hari Ulang Tahun ke-73 PGRI, Senin (26/11/2018). - harian Jogja/Uli Febriarni
26 November 2018 21:15 WIB Uli Febriarni Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGOBupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo, meminta guru di Kulonprogo mewujudkan kawasan sekolah yang bebas rokok, salah satunya dengan cara tidak merokok saat berada di sekolah.

Dengan meminta maaf sebelumnya, ia menyebutkan pelaksanaan Perda Kawasan Tanpa Rokok di sekolah menjadi contoh locus, sekaligus menjadi bagian dari teladan tempat-tempat lain. Dia meminta kepada guru yang masih merokok untuk tidak merokok saat berada di sekolah. Secara mendasar, sebagai pemimpin daerah ia tidak melarang guru untuk merokok.

"Tetapi saya melarang guru merokok di sekolah, termasuk kepala sekolah dan tentu juga siswa. Ke depan, mohon maaf dan mohon izin, kami akan sweeping ke sekolah-sekolah dan juga ke tempat yang menjadi kawasan tanpa rokok [KTR]," ujar Hasto saat memberikan sambutan sebagai inspektur upacara dalam peringatan Hari Guru Nasional dan Hari Ulang Tahun ke-73 PGRI, Senin (26/11/2018).

Hasto menambahkan nantinya yang dirazia bukan hanya orang yang merokok, tetapi mencari puntung rokok dan asbak. Ketika dijumpai asbak di sekolah, maka sekolah terkena diskualifikasi. Ia mengajak semua pihak untuk bersama-sama mewujudkan sekolah yang bebas rokok. Jadi bukan hanya muridnya saja yang tidak boleh merokok, tetapi juga guru dan kepala sekolah.

Bupati mengungkapkan sweeping rokok dilakukan dalam rangka menegakkan pendidikan karakter di lingkungan anak sekolah, karena dari hasil survei yang dilakukan, 14% anak sekolah SMP kelas VII sudah mulai merokok. Kondisi ini sangat memprihatinkan.

Selain soal larangan merokok di sekolah, Hasto mempercayakan pelaksanaan pendidikan karakter yang sudah berjalan di Kulonprogo kepada para guru. Terlebih, banyak kabupaten/kota yang belum memiliki Perda Pendidikan Karakter dan ingin mencontoh pendidikan karakter yang ada di Kulonprogo.

Orang nomor satu di Pemkab Kulonprogo ini menyinggung tema Hari Guru Nasional 2018 yakni Meningkatkan Profesionalisme Guru Menuju Pendidikan Abad XXI. Menurut dia tugas utama guru adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi setiap peserta didik. Profesi guru sangat lekat dengan integritas. Sementara itu, kepribadian guru tidak hanya bertugas untuk mentransfer ilmu pengetahuan kepada peserta didiknya.

"Semoga semakin bertambah usia, semakin baik pula kualitas guru yang ada di seluruh Indonesia. Karena di pundak guru masa depan Indonesia ini dibentuk. Mudah-mudahan apa yang diberikan kepada anak didik, peserta didik, insyaallah menjadi amal jariah dan tentu memberikan barokah kepada seluruh warga masyarakat di Kabupaten Kulonprogo," katanya.

Dalam upacara yang diselenggarakan di Alun-Alun Wates itu, Hasto juga menyerahkan piala dan piagam penghargaan kepada para guru Pemenang Lomba dan POR Guru Kulonprogo, guru yang meraih prestasi juara pertama Lomba Festival Guru Menulis, seminar, lomba menulis dan pengumpulan dana bencana alam.