Advertisement

Wakil Rektor UGM Siap Mengundurkan Diri Jika Bersalah dalam Kasus Perkosaan Mahasiswa

Bernadheta Dian Saraswati
Kamis, 29 November 2018 - 14:37 WIB
Nina Atmasari
 Wakil Rektor UGM Siap Mengundurkan Diri Jika Bersalah dalam Kasus Perkosaan Mahasiswa Para mahasiswa aksi solidaritas Kita Agni melakukan audiensi di Balairung UGM setelah melakukan orasi di depan gedung rektorat, Kamis (29/11/2018). - Harian Jogja/Bernadheta Dian Saraswati

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN-Ratusan mahasiswa dan alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam komunitas Kita Agni kembali melakukan aksi solidaritas di depan gedung Rektorat UGM, Kamis (29/11/2018).

Kali ini mereka mengajukan beberapa tuntutan salah satunya meminta universitas membebaskan biaya studi korban dan menanggung biaya hidup hingga penyintas menyelesaikan masa studi.

Para mahasiswa berjalan dari Grha Sabha Pramana menuju gedung Rektorat dengan meniup peluit dan memukul kentongan. Di sela-sela aksi, mereka juga menggoreng gereh atau ikan asin sebagai sindiran akan pernyataan salah satu pihak universitas yang sudah menganalogikan korban seperti gereh.

Mahasiswa juga mengajukan tuntutan dan meminta rektorat untukĀ  langsung menandatangani poin-poin tuntutan tersebut sebagai bentuk kesediaan. Namun Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Alumni Paripurna yang hadir menemui para mahasiswa enggan melakukannya.

"Tuntutan sangat banyak. Izinkan kami menegosiasikan itu," katanya, Kamis (29/11/3018). Menurutnya melakukan tanda tangan kontrak di bawah tekanan akan menjadi tidak baik.

Saat ini rektorat tidak bisa memberikan keputusan akan kasus yang menimpa Agni. Rektorat berkukuh akan menunggu hasil rekomendasi Tim Etik yang sudah ditunjuk oleh rektor. Rektorat menjanjikan pada 7 Desember 2018 akan memberikan pernyataan resmi melalui konferensi pers.

Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Ika Dewi Ana mengatakan pihaknya siap menerima sanksi apapun jika hasil Tim Etik nanti menunjukkan adanya kesalahan kerja pada divisinya. "Kalau dari hasil membuktikan ada kesalahan dari unit kami, saya bersedia mengundurkan diri," katanya.

Pada aksi solidaritas ini, pihak rektorat juga turut mendatangkan Tim Etik atas permintaan peserta aksi. Tim menjelaskan proses kerja yang dilakukan dan mengatakan akan berusaha dengan cepat memberikan rekomendasi kepada rektorat.

Advertisement

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Advertisement

Harian Jogja

Video Terbaru

Advertisement

Harian Jogja

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Polda Metro Jaya Kembali Panggil Rektor UP karena Laporan Korban Lain

News
| Kamis, 29 Februari 2024, 19:17 WIB

Advertisement

alt

Kegiatan Spiritual dan Keagamaan Jadi Daya Tarik Wisata di Candi Prambanan

Wisata
| Kamis, 29 Februari 2024, 11:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement