Resmi, Sekolah Tatap Muka DIY Dicoba April 2021
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DIY, Monika Nur Lastiani saat menjadi narasumber dalam Road Show Minat Baca di Balai Desa Wijimulyo, Kecamatan Girimulyo, Jumat (30/11/2018)./Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, KULONPROGO—Membaca tidak hanya menambah ilmu pengetahuan, tetapi juga memperluas pergaulan di masyarakat. Hal itu dikatakan Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DIY, Monika Nur Lastiyani dalam Roadshow Minat Baca di Balai Desa Wijimulyo, Kecamatan Girimulyo, Jumat (30/11/2018).
"Membaca apapun, baik koran, majalah dan literatur lainnya akan meningkatkan ilmu, hal ini berdampak pada rasa percaya diri saat berada di tengah masyarakat dan tidak ragu saat diajak ngobrol karena dengan banyak ilmu, berbincangan apapun topiknya bisa nyambung," ucap Monika.
Monika mengibaratkan orang yang banyak membaca seperti orang yang berkantong tebal dalam artian banyak uang. Walhasil untuk pergi ke mana pun orang tersebut tidak akan ragu lantaran sudah memiliki uang. Begitupun dengan orang gemar membaca, maka kepalanya akan penuh dengan ilmu pengetahuan.
"Nah kalau isi kepala juga banyak dengan wawasan dari membaca, pastinya kita akan percaya diri dalam bergaul dengan siapapun karena punya banyak bahan obrolan, nah itu sebabnya saya tekankan ayo membaca," ucapnya.
Namun untuk mewujudkan hal itu perlu kesadaran masyarakat. Diakui Monika hingga saat ini minat membaca di Indonesia masih rendah. Diketahui Indonesia berada di peringkat 60 dari 61 negara merujuk peringkat literasi internasional oleh Central Connectitut State University pada 2016. Sementara di survei UNESCO mencatat minat baca masyarakat Indonesia sekitar 0,0001%. "Artinya dari 1.000 orang hanya ada satu yang gemar membaca," ucapnya.
Melihat hal itu, Monika menekankan kebiasaan membaca harus dijadikan sebagai sebuah gaya hidup dan kebutuhan bagi setiap orang. "Kalau membaca jadi kebutuhan, maka masyarakat akan terus ingin membaca, ini yang perlu dilakukan," ujarnya.
Menyoal kegemaran membaca bisa membantu kehidupan sosial juga dikatakan Wakil Ketua Komisi D DPRD DIY, Nur Sasmito, yang hadir sebagai narasumber di kegiatan Roadshow Minat Baca. Menurutnya orang yang gemar membaca akan lebih terlihat menonjol saat berkumpul dan berdiskusi. Hal ini lantaran luasanya wawasan yang dimiliki. Dengan membaca, maka orang akan selalu memiliki informasi terbaru. “Informasi jika penting akan sangat berguna bagi orang lain yang belum tahu.
Oleh karena itu kegemaran membaca perlu dibudayakan. Melalui Roadshow Minat Baca BPAD DIY bekerjasama dengan DPRD DIY berupaya menumbuhkan minat baca di masyarakat. "Kami terus berusaha membudayakan membaca di masyarakat agar aktivitas ini [membaca] bisa lestari dan mampu membawa kesejahteraan masyarakat," ucap Nur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Apple dikabarkan akan mengubah Siri menjadi AI percakapan setara ChatGPT dan Gemini melalui pembaruan iOS 27 pada akhir 2026.
Libur panjang Mei 2026 membawa 35 ribu wisatawan ke Bantul dengan PAD wisata mencapai Rp506 juta, didominasi Pantai Parangtritis.
Tiket konser The Weeknd di Jakarta pada September 2026 resmi sold out dalam kurang dari tiga jam usai diserbu puluhan ribu penggemar.
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
KPAI menerima 426 kasus anak sepanjang Januari-April 2026 dengan dominasi kekerasan fisik, psikis, dan kejahatan seksual.