Terkendala Hujan, Perajin Anyaman Pandan di Nanggulan Kesulitan Bahan Baku

eorang perajin menunjukkan salah satu hasil kerajinan pandan duri kering di raung pamer di Dusun Kemukus, Desa Tanjungharjo, Kecamatan Nanggulan, Selasa (11/12/2018). - Harian Jogja/Uli Febriarni
12 Desember 2018 14:15 WIB Uli Febriarni Kulonprogo Share :



Harianjogja.com, KULONPROGOSelama musim hujan, sejumlah perajin anyaman pandan duri alami di Dusun Kemukus, Desa Tanjungharjo, Kecamatan Nanggulan, mulai kesulitan memperoleh bahan baku.

Seorang perajin, Wagiyo, menuturkan ia kesulitan menyetok bahan baku karena modal yang terbatas. Daun pandan duri yang menjadi bahan baku kerajinan diambil dari Jawa Barat. Pandan tersebut dikeringkan secara tradisional dengan dijemur. "Kalau cuaca bersahabat, proses pengeringan berjalan lancar dan cepat. Kalau hujan, saya susah untuk menyetok bahan baku pandan duri yang sudah dipilin," kata dia, Selasa (11/12/2018).

Ia menjelaskan pembuatan tali sebagai bahan baku kerajinan anyaman pandan tidak terlalu sulit. Pandan duri dipotong dan dibersihkan durinya lalu diukur sesuai kebutuhan. Untaian tali direbus dan dijemur di bawah terik Matahari sampai benar-benar kering.

Perajin memilih pengeringan secara tradisional karena akan memberikan warna khas dan cantik. Untuk selanjutnya, bahan dianyam menjadi sejumlah kerajinan. Sejumlah karya perajin disempurnakan oleh pihak ketiga, walau beberapa di antara mereka mem-finishing kerajinan mereka sendiri. "Pengeringan harus dengan sinar Matahari karena kalau pakai oven warnanya beda," tuturnya. Wagiyo membuat kerajinan pandan duri berbentuk tas, keranjang, kursi dan lainnya.

Kendala lain yang ia miliki, ia tidak mengetahui ke mana produknya dijual oleh pihak ketiga. Yang ia tahu, produknya disebarkan ke berbagai daerah. "Saya juga tidak memahami penjualan lewat Internet. Biar nanti anak saya yang meneruskan usaha ini dan memikirkan sampai ke sana," katanya.

Camat Nanggulan, Duana Heru Supriyanto, mengungkapkan Pemkab Kulonprogo memberikan perhatian kepada para perajin anyaman pandan. Dinas Perdagangan misalnya, memberikan pembinaan, begitu juga Pemerintah Kecamatan Nanggulan. "Salah seorang perajin yakni Pargono bahkan punya gerai di Bali untuk memasarkan produk-produknya," katanya.

Menurut Duana, keberadaan sentra kerajinan anyaman pandan membantu peningkatan perekonomian masyarakat setempat. Di antara mereka, ada yang menjadi pelaku usaha, ada juga yang sebagai pekerja.

"Ibu rumah tangga bisa menganyam dan mendapat penghasilan. Mereka yang menjalankan usaha sendiri mampu berkembang pesat karena banyaknya pesanan," kata dia.