Advertisement
777 Pelamar CPNS Gunungkidul Jalani Tes SKB
Ilustrasi CPNS. - Antara Foto/Adwit B Pramono
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Sedikitnya 777 pelamar calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Gunungkidul lolos seleksi kemampuan dasar. Untuk bisa diterima sebagai pegawai, para pelamar ini harus melalui seleksi kemampuan bidang yang telah diselenggarakan sejak Senin (10/12/2018) lalu. Rencananya tes akan berakhir pada Sabtu (15/12/2018).
Kepala Bidang Informasi Pengembangan dan Data Pegawai, Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Gunungkidul Reni Linawati mengatakan, pada saat tes seleksi kemampuan dasar tidak semua pendaftar lolos. Pasalnya, dari 2.047 peserta tes, yang dinyatakan lolos hanya 131 orang.
Advertisement
Meski demikian, adanya peraturan baru yang dikeluarkan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi, diputuskan adanya kelonggaran. Hasil dari panitia seleksi nasional diputuskan peserta yang lolos SKD sebanyak 777 orang.
“Hasil dari seleksi dibuat perangkingan sehingga terpilih ada 777 peserta yang berhak tes SKB,” kata Reni kepada wartawan, Jumat (14/12/2018).
Dia mejelaskan, untuk tes SKB sudah dimulai sejak Senin lalu dan rencananya berakhir pada hari ini, Sabtu (15/12/2018). Hasil dari tes ini akan diakumulasikan dengan perolehan nilai pada saat SKD sehingga nantinya akan dipilih sebagi peserta yang lolos CPNS 2018.
“Untuk keputusan berada di pansel karena pemkab hanya sebatas memberikan fasilitas,” tuturnya.
Disinggung mengenai tes didalam SKB, Reni menuturkan materi tes berisikan tentang kemampuan di masing-masing bidang yang disesuaikan dengan kuota formasi yang dibuka. “Ini lebih spesifik berkaitan dengan bidang yang didalami sesuai dengan penjurusannya,” imbuhnya.
Kepala BKPP Gunungkidul Sigit Purwanto mengatakan, pada tahun ini Pemerintah Pusat memberikan kuota CPNS ke Pemkab Gunungkidul sebanyak 434 formasi. Mayoritas lowongan yang dibuka ini berkaitan dengan tenaga pendidik dan kesehatan. Meski demikian, pada saat pendaftaran ditutup tidak semua formasi terpenuhi karena ada beberapa lowongan yang tidak ada pendaftarnya.
Beberapa lowongan yang kosong, kata dia, di antaranya kuota khusus disabilitas hingga dokter spesialis di RSUD Wonosari. “Untuk yang kosong tetap dibiarkan dan rencananya di tahun depan akan kami ajukan lagi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Duel Antar Geng Berujung Pembacokan di Pakualaman Jogja
- Jumat Agung, Tablo Salib di Gereja Pugeran Jogja Dihidupkan Anak Muda
- Kunjungi Museum Andi Bayou, DPRD DIY Susun Regulasi Baru
- Angin Kencang Terjang Sleman, Pohon Tumbang Timpa Mobil dan Rumah
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jamnya
Advertisement
Advertisement









