Ada Komoditas Harganya Naik Lampaui Batas Toleransi

Ilustrasi pasar tradisional - Bisnis/Felix Jody Kinarwan
17 Desember 2018 18:20 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Harga komoditas bahan pangan terus melonjak jelang libur Natal dan Tahun Baru 2019. Bahkan kenaikan dinilai sudah melampaui batas toleransi, yakni 5%.

Beberapa komoditas yang naik di luar batas toleransi 5% di pasaran saat ini seperti cabai merah keriting dan bawang putih. Harga cabai merah keriting naik dari Rp21.000 menjadi Rp23.000 per kilogram; bawang putih jenis kating naik dari Rp19.600 menjadi Rp22.000 per kilogram; dan bawang putih jenis sinco naik dari Rp16.300 menjadi Rp18.700 per kilogram.

"Kami terus memantau beberapa komoditas. Ada sebagian komoditas yang naik di atas batas toleransi. Kalau diperlukan kami siap mengintervensi pasar dengan menggelar operasi pasar komoditas," kata Kepala Seksi (Kasi) Pengadaan dan Penyaluran Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY, Guntur Wahyu Anggoro, Senin (17/12/2018).

Dia menjelaskan faktor penyebab kenaikan harga cabai lebih karena saat ini sudah mulai masuk musim hujan. Kondisi tersebut menyebabkan pasokan dan produktivitas cabai berkurang.

Di sisi lain, permintaan cabai mulai meningkat seiring masa liburan. "Kondisi yang sama juga terjadi pada komoditas bawang putih. Akan tetapi sebelum ada kenaikan, harga bawang putih sudah turun. Jadi kenaikan ini kembali ke posisi semula," ujar Guntur.

Dia mengatakan tim Pusat dan daerah saat ini sedang memantau secara intens perkembangan harga komoditas bahan pangan di pasar ritel modern dan pasar rakyat di wilayah DIY. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama sepekan, mulai 17-24 Desember 2018.

Hasil pantauan tersebut, kata dia akan dijadikan pijakan apakah perlu diadakan operasi pasar komoditas lainnya baik untuk menstabilkan harga cabai dan bawang agar tidak terlalu bergejolak. Selain harga cabai dan bawang putih, lanjut Guntur, kenaikan harga komoditi pangan lainnya yang perlu diwaspadai adalah telur dan daging ayam.

Harga daging ayam broiler saat ini diakui dia mulai naik dari Rp32.700 menjadi Rp33.700 per kilogram, sementara telur ayam negeri naik dari Rp24.000 menjadi Rp 24.500 per kilogram. "Operasi pasar bisa saja dilakukan untuk menstabilkan harga pangan selama libur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019," katanya.

Sebelumnya, kata Guntur, Disperindag DIY menggelar operasi pasar beras dengan volume mencapai sebanyak 21 ton. Operasi pasar beras ini digelar melibatkan para mitra pelaku usaha beras dan juga Bulog Divre DIY.

Dari hasil pantauan perkembangan harga komoditi pangan, harga komoditas pangan lainnya yang tidak mengalami fluktuasi meliputi beras IR I Rp10.000 per kilogram; beras IR II Rp9.400 per kilogram; beras C4 Rp10.600 per kilogram; dan beras IR 64 seharga Rp10.200 per kilogram.

“[Harga] Lainnya masih stabil. Gula pasir Rp10.800 per kilogram, minyak goreng curah Rp9.500 per liter dan tepung terigu Rp8.000 per kilogram. Harga daging sapi Rp116.000 per kilogram dan daging ayam kampung Rp73.000 per kilogram," ucap Guntur.

Gubernur DIY Sultan HB X mengatakan Pemda DIY sudah melakukan tugasnya secara rutin untuk menghadapi libur panjang pada akhir tahun ini. "Termasuk masalah ketersediaan BBM. Semua persiapan pasti dilakukan," kata Sultan.