Jadwal SIM Keliling Jogja 11 Juli 2026, Ada Layanan Malam
Jadwal SIM Keliling Jogja Juli 2026. Berikut rincian layanan yang bisa dimanfaatkan:
Makam Albertus Slamet Sugihardi yang dipotong salibnya, di TPU Purbayan Kotagede. /Harian Jogja-Abdul Hamied Razak
Harianjogja.com, JOGJA- Direktur Riset Setara Institute Halili mengapresiasi permintaan maaf yang disampaikan oleh Gubernur DIY Sri Sultan HB X terkait kasus intoleransi yang terjadi di Purbayan, Kotagede. Hal itu dinilai positif, berbanding dengan apa yang sebelumnya disampaikan oleh Sultan.
"Ini perlu diapresiasi. Tetapi permintaan maaf saja tidak cukup. Harus ada tindakan bagaimana mewujudkan Jogja sebagai kota yang menjunjung toleransi," kata Halili saat dihubungi Harianjogja.com, Kamis (20/12/2018).
Dia meminta Sultan baik sebagai pemilik otoritas sosio-politik dan sosio-kultural di DIY, mampu untuk mengoptimalkan perannya untuk mewujudkan Jogja sebagai kota yang toleran. Tidak hanya Sultan, lanjut Halili, seluruh lembaga-lembaga pemerintah dan masyarakat, harus bisa bersinergi mewujudkan praktik dan promosi toleransi dengan menjamin kesetaraan hak seluruh warga. "Kasus intoleransi di Purbayan harus dijadikan momentum untuk membangun kembali toleransi di Jogja," katanya.
Disinggung soal penegakan hukum yang cenderung tidak berpihak pada minoritas, Halili menilai, tidak semua kasus intoleransi mengarah pada tindakan pidana. Persoalan di Purbayan, kata Halili, lebih pas menggunakan pendekatan non hukum. Alasannya, kasus di Purbayan menunjukkan buruknya inklusi sosial keagamaan di wilayah tersebut. "Ini menuntut tindakan pemerintah untuk melakukan pembangunan sosial yang lebih inklusif dan kondusif terkait toleransi," katanya.
Terpisah, Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Prof. Amin Abdullah menilai masalah yang muncul di Purbayan menuntut pentingnya masyarakat menggunakan kesadaran sosial. Apalagi saat ini masyarakat menghadapi situasi tahun politik sehingga mereka harus aware menghindari terjadinya gesekan.
"Pengetahuan kebhinekaan dan kemajemukan tidak cukup, tapi harus dilandasi juga dengan hati nurani. Kemanusiaan adalah kemanusiaan. Bagaimana menerapkan tenggang rasa, saling respek dan menjaga kerukunan," katanya.
Agar kasus serupa tidak kembali terjadi, Amin meminta agar kecerdasan sosial kultural harus dibangun dari tingkat bawah. Bagaimana peran RT/RW, Modin, dan tokoh masyarakat lainnya menggunakan kecerdasan lokal, sosial, kultural dan agama ketika melakukan sesuatu.
"Sebelum [pemotongan salib] dilakukan, harus menggunakan kecerdasan sosial. Menurut saya, seharusnya [pemotongan salib] tidak perlu dilakukan," kata Amin.
Sebenarnya, lanjut dia, sudah ada kesepakatan antara warga dengan keluarga. Hanya saja kesepakatan tersebut muncul setelah kasus menjadi viral. Kondisi itu dijadikan celah oleh oknum tertentu untuk menviralkannya. "Di sinilah pentingnya menerapkan kecerdasan sosial, bagaimana harus saling tenggang rasa, saling menerima. Jangan sampai viral dulu baru ribut," ujar Amin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal SIM Keliling Jogja Juli 2026. Berikut rincian layanan yang bisa dimanfaatkan:
Striker anyar PSIM Jogja Adrian Dalmau mengungkap perbedaan sepak bola Indonesia dan Spanyol. Jebolan akademi Real Madrid itu juga berbicara soal adaptasi cuaca
Romelu Lukaku resmi bergabung dengan Fenerbahce dari Napoli dengan nilai transfer 6 juta euro. Striker Belgia itu kembali ke Turki setelah 30 tahun
KLH/BPLH menerbitkan Surat Edaran Nomor 16 Tahun 2026 yang melarang pembukaan lahan dengan cara membakar. Kebijakan ini diterapkan untuk mencegah karhutla di te
LPEM FEB UI mengungkap lima jurusan kuliah yang paling banyak menyumbang pengangguran lulusan S1 di Indonesia. Manajemen berada di posisi teratas, disusul Hukum
Hujan meteor Perseid masih dapat disaksikan dari Indonesia pada 13-14 Agustus 2026. Simak waktu terbaik, cara mengamati, dan lokasi ideal untuk melihat meteor.