Luncurkan Program, IZI DIY Bantu Usaha Cukur Rambut di Jogja

Perwakilan dari Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) DIY (tiga kiri) menyerahkan bantuan modal usaha kepada sejumlah pemuda dalam Program PIK Cukur, pada Jumat (21/12/2018) lalu di Kantor IZI DIY di Bangirejo, Karangwaru, Tegalrejo, Kota Jogja. - Ist/IZI DIY
23 Desember 2018 00:50 WIB Bhekti Suryani Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Lembaga Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) DIY meluncurkan Program Pemberdayaan Ekonomi IZI to Success Pusat Inkubator Kemandirian PIK Cukur, pada Jumat (21/12/2018) lalu di Kantor IZI DIY di Bangirejo, Karangwaru, Tegalrejo, Kota Jogja.

Acara peluncuran tersebut disertai kegiatan peresmian pembukaan Program PIK Cukur, pemberian modal usaha dan potong rambut gratis. Modal usaha berupa peralatan cukur rambut dengan total nilai Rp2,5 juta diberikan kepada masing-masing penerima manfaat.

Penerima manfaat PIK Cukur IZI DIY berjumlah lima orang dengan kisaran usia 20 tahun-an dan berstatus sebagai mahasiswa serta pekerja paruh waktu.

PIK Cukur merupakan salah satu pilot project dan merupakan program yang pertama kali dijalankan di 2018 oleh IZI DIY. Saat ini IZI DIY memiliki Program Pemberdayaan PIK Cukur di dua wilayah yaitu di Tepus, Gunungkidul dan Kota Jogja.

Kepala IZI DIY Sutarto menyatakan Program PIK Cukur berasal dari dana penghimpunan zakat infak dan sedekah dari para muzaki, sehingga diharapkan dengan adanya program ini bisa meningkatkan kemandirian ekonomi serta meningkatkan kesalehan penerima manfaat. Sutarto juga berharap nantinya Program PIK Cukur bisa terealisasi di seluruh kabupaten dan kota di DIY.

”Harapan ke depannya Program PIK Cukur tidak hanya terealisasi di wilayah Gunungkidul dan Kota Jogja saja akan tetapi bisa terealisasi di seluruh kabupaten dan kota yang ada di wilayah DIY,” kata Sutarto melalui rilis, Sabtu (22/12/2018).

Perwakilan dari Dinas Koperasi UKM Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pemkot Jogja, Thissani Indian Musi mengapresiasi program dari IZI DIY. Program PIK Cukur menurutnya mendukung upaya Pemkot Jogja untuk mengurangi angka pengangguran.

Program tersebut dinilai masih relevan diterapkan di Kota Jogja, mengingat kota ini memiliki angka pengangguran yang tertinggi di DIY. Thissani juga berharap nantinya para penerima manfaat Program PIK Cukur bisa menjadi wirausaha muda.

”Diharapkan nantinya para penerima manfaat program pelatihan cukur rambut yang masih muda-muda ini bisa menjadi wirausaha muda di masa depan,” kata Thissani Indian Musi.

Salah satu tokoh masyarakat Bangirejo, Heri berharap IZI DIY semakin besar dan memberikan manfaat lebih banyak bagi masyarakat. Heri juga memberikan semangat kepada para pemuda penerima manfaat Program PIK Cukur untuk menanamkan keyakinan sebagai modal utama dalam usaha. ”Usaha kecil tak apa, yang penting punya keyakinan besar, karena keayakinan merupakan modal usaha pertama,” ungkap Heri.

Salah satu penerima bantuan Program PIK Cukur, M Iqbal Yunianto merasa terbantu dan sangat bersyukur dengan adanya Program PIK Cukur serta berharap agar program ini bisa terus berlanjut dan semakin banyak yang terbantu. “Alhamdulillah saya merasa sangat terbantu dengan adanya program pelatihan cukur ini, saya juga mengharapkan agar nantinya program ini terus berlanjut dan semakin banyak yang terbantu,” kata dia. (*)