Edukasikan Bahaya Rentenir lewat Ketoprak

Salah satu adegan dalam pementasan ketoprak Kembang Tlutur yang digelar di Kotagede, Minggu (23/12 - 2018).Harian Jogja/Rahmat Jiwandono
25 Desember 2018 22:20 WIB Rahmat Jiwandono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pergelaran ketoprak Kembang Tlutur digelar di Kotagede Lapangan RT 25/RW 06, Bumen, Kelurahan Purbayan, Kecamatan Kotagede, Jogja, Minggu (23/12/2018) pukul 19.30 WIB. Dalam pergelaran potensi kebudayaan Kotagede yang bertajuk Saling Srawung itu setidaknya ada empat jenis pergelaran, yakni seni suara, tari anak-anak, Socoaji Babat Alas Mentaok, dan ketoprak Kembang Tlutur itu sendiri. Sekitar 120 orang ikut meramaikan acara ini.

Ketua Panitia, Hendi Setio Yulianto mengatakan pergelaran ketoprak Kembang Tlutur bercerita tentang keadaan masyarakat kelas bawah yang terjerat utang rentenir. Rentenir biasanya memberikan pinjaman uang dengan bunga yang tinggi. "Rakyat kecil dengan penghasilan pas-pasan masih harus bayar hutang kepada rentenir," ujar Hendi.

Dia menjelaskan ketoprak Kembang Tlutur menggambarkan kondisi masa lalu ketika rakyat kecil berhadapan dengan penguasa yang zalim. Ketidakberdayaan masyarakat yang tidak mampu menghadapi sistem karena sang rentenir menjadi penguasa saat itu.

Dia mengatakan ketoprak Kembang Tlutur dipentaskan untuk mengedukasi dan memberikan pengetahuan kepada masyarakat bahwa sampai saat ini praktik rentenir masih ada. Selain itu, kegiatan ini diadakan agar masyarakat saling silaturahmi baik warga dan seniman setempat serta mengapresiasi sebuah pentas seni.

Kepala Seksi (Kasi) Pengembangan Objek dan Daya Tarik Wisata Dinas Pariwisata (Dispar) DIY, Wardoyo mengatakan pergelaran ketoprak ini sebagai daya tarik kampung wisata yang sudah ada. Lantaran di Kotagede sudah ada beberapa kampung wisata. "Semoga ketoprak ini bisa menjadi ikon Kotagede," ucap dia.

Menurut dia, dengan memiliki ikon seni, potensi angka kunjungan wisata bisa digenjot secara lebih maksimal. Oleh karena itu dia berharap masyarakat dan pemerintah wilayah setempat bisa terus berupaya melestarikan kesenian khas tersebut.