Festival Merapi 2018 Digelar di 3 Lokasi

Salah satu pertunjukan seni di acara Festival Merapi yang digelar, Sabtu (22/12/2018) - Harian jogja/Fahmi Ahmad Burhan
26 Desember 2018 08:50 WIB Fahmi Ahmad Burhan Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman menggelar Festival Merapi 2018 pada Sabtu (22/12/2018) di tiga lokasi. Beragam kesenian ditampilkan guna menarik kunjungan wisatawan dalam menyambut libur Natal dan Tahun Baru.

Kepala Dispar Sleman Sudarningsih mengatakan gelaran Festival Merapi 2018 merupakan gelaran kedua kalinya. Festival Merapi pertama kali digelar pada 2017 bermula dari belum adanya event besar di Sleman yang mengangkat nama Merapi sebagai daya tarik wisatawan.

"Di tahun ini, Festival Merapi digelar di tiga tempat. Festival Merapi digelar juga untuk menyambut libur Natal dan Tahun Baru di Sleman," katanya pada Sabtu (22/12/2018) lalu.

Ia mengatakan tiga lokasi digelarnya Festival Merapi tahun ini yaitu di Embung Jetis Suruh, Desa Donoharjo, Ngaglik, di Lapangan Denggung, Desa Tridadi, Sleman, dan di Tlogo Putri, Desa Hargobinangun, Pakem. Di tiga lokasi tersebut ditampilkan beragam atraksi kesenian dari tiap kecamatan yang ada di Sleman.

"Ada juga jathilan 30 jam non stop di Tlogi Putri," kata Sudarningsih. Pada jathilan 30 jam non stop itu tampil 14 kelompok kesenian jathilan dari tiap-tiap kecamatan di Sleman. Selain jathilan di lokasi lainnya pun ditampilkan kesenian seperti barongsai, hadroh, dan ketoprak.

Festival Merapi tahun ini digelar dari Sabtu (22/12/2018) sampai Minggu (23/12/2018). Total ada sekitar 900 pengisi acara di tiga lokasi itu. Sementara ada juga 33 grup kesenian yang memeriahkan acara Festival Merapi.

Sudarningsih mengatakan, Festival Merapi merupakan agenda seni budaya pariwisata. Hadirnya Festival Merapi secara filosofis diambil dari tiga aliran sungai yang ada di Sleman yang bersumber dari Gunung Merapi yaitu Kali Opak, Kuning dan Gendol.

Ia mengatakan, Festival Merapi juga merupakan sajian bagi wisatawan yang berkunjung ke Sleman dalam masa libur Natal dan Tahun Baru. "Festival Merapi digelar memberi suguhan dan sebagai media promosi dari ditampilkannya kesenian-kesenian yang itu juga merupakan aset Sleman," jelasnya.

Kepala Bidang Pemasaran Dispar Sleman Eka Priastana Putra mengatakan di tahun ini, pihaknya menargetkan kunjungan di Sleman sebanyak 8 juta kunjungan. "Di sisa waktu tahun ini kita maksimalkan dengan menggelar berbagai event salah satunya Festival Merapi," ujar Eka.

Di Libur Natal dan Tahun Baru, Dispar Sleman menargetkan jumlah kunjungan mencapai 450.000 kunjungan. Eka mengaku optimis target tersebut bisa dikejar.

Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun berharap, ke depannya acara tersebut bisa berkembang lagi dan semakin dinamis. "Saya harap festival ini menjadi wadah tampilnya hasil binaan dan pengembangan kesenian khususnya masyarakat di tingkat kecamatan yang merupakan pusat pengembangan seni dan budaya," ujar Muslimatun pada Sabtu.

Menurutnya, Festival Merapi bisa juga mendongkrak perekonomian warga. Pada Festival Merapi yang digelar di Embung Jetis Suruh, Sri Muslimatun sekaligus juga meresmikan embung tersebut sebagai potensi wisata baru di Sleman.